BNPB Gelar OMC di Kalsel, Satu Ton Garam Disemai Tekan Karhutla

  • 05 Sep 2026 19:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan (Kalsel).
  • OMC ini dilakukan untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah provinsi tersebut selama hampir dua bulan terakhir.
  • Bahan semai tersebut diterbangkan menggunakan pesawat PK-SNK dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor pada Sabtu sore.

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Guna membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah provinsi tersebut selama hampir dua bulan terakhir.

Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat mengatakan OMC dilakukan dengan menyemai bahan berupa garam halus atau Natrium Klorida (NaCl) ke dalam awan yang berpotensi menghasilkan hujan. "Kurang lebih satu ton garam halus atau Natrium Klorida (NaCl) disemaikan di langit wilayah utara Kalsel," kata Herman di Banjarbaru, Sabtu 5 September 2026.

Bahan semai tersebut diterbangkan menggunakan pesawat PK-SNK dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor pada Sabtu sore.

Herman mengatakan pelaksanaan OMC di Kalsel dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu hingga 8 September 2026.

Menurutnya, keputusan melaksanakan OMC didasarkan pada hasil evaluasi tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat, UPT Klimatologi Wilayah. Serta tim dari Pemerintah Provinsi Kalsel.

Hasil evaluasi menunjukkan kondisi awan di wilayah Kalsel memungkinkan untuk dilakukan penyemaian guna memicu atau mempercepat turunnya hujan. "Semoga bisa segera turun hujan sehingga karhutla dapat terkendali," ujarnya.

Sementara itu, Flight Scientist Coordinator PT Milan selaku operator OMC di Kalsel, Abdul Arsyad, mengatakan penerbangan pertama diarahkan menuju wilayah utara Kalsel dengan membawa sekitar satu ton garam halus sebagai bahan semai. Ia menjelaskan keberhasilan OMC sangat bergantung pada ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan untuk dilakukan penyemaian.

Karena itu, pelaksanaan penerbangan dan penyemaian mengikuti data serta pemantauan kondisi atmosfer dari BMKG. "Operasi ini berfungsi mengoptimalkan dan mempercepat terjadinya hujan dari awan-awan yang tersedia," kata Abdul.

Ia menambahkan, berdasarkan prediksi BMKG, pertumbuhan awan yang berpotensi untuk dilakukan penyemaian diperkirakan lebih dominan terjadi pada siang hingga sore hari. "Prediksi BMKG dominan di siang hari hingga sore hari ada awan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....