Kementerian PU Ganti Jembatan Apung Sungai Wulan dengan Jembatan Gantung
- 03 Sep 2026 19:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pekerjaan Umum membangun Jembatan Gantung Setrokalangan untuk menggantikan jembatan apung yang lama di Sungai Wulan.
- Jembatan baru menghubungkan Desa Setrokalangan Kabupaten Kudus dengan Desa Kedungwaru Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
- Pembangunan jembatan ini bertujuan meningkatkan keselamatan warga saat menyeberangi sungai dan memperlancar mobilitas masyarakat antar wilayah.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Jembatan Gantung Setrokalangan untuk menggantikan jembatan apung Sungai Wulan. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Setrokalangan, Kabupaten Kudus, dengan Desa Kedungwaru, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Pembangunan jembatan gantung ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan warga saat menyeberangi Sungai Wulan. Kehadiran akses baru tersebut juga diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat antara wilayah Kudus dan Demak.
Sebelumnya, masyarakat mengandalkan jembatan apung dengan sistem tambatan perahu sebagai akses penyeberangan. Namun, jembatan apung memiliki keterbatasan karena tidak dapat beroperasi optimal ketika debit Sungai Wulan meningkat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan jembatan gantung menjadi solusi untuk membuka akses masyarakat. Terutama bagi wilayah yang masih memiliki keterbatasan konektivitas antarkawasan.
“Jembatan gantung memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mobilitas menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan akses terhadap layanan publik semakin terbuka,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Kamis, 3 September 2026.
| Baca juga: TNI Bangun Jembatan Gantung di Dabun Gelang |
Jembatan Gantung Setrokalangan ini memiliki panjang keseluruhan sekitar 180 meter dan bentang efektif sekitar 120 meter. Jembatan selebar sekitar dua meter tersebut diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Pembangunan jembatan juga mempertimbangkan karakteristik Sungai Wulan, termasuk kondisi elevasi saat debit sungai mencapai puncaknya. Elevasi jembatan berada sekitar tiga hingga empat meter dari muka air pada saat debit puncak.
Selain itu, pembangunan turut memperhitungkan potensi sedimentasi Sungai Wulan sekitar 10 hingga 20 sentimeter. Pertimbangan teknis tersebut dilakukan untuk memastikan jembatan berfungsi aman dan optimal sesuai kondisi lingkungan.
Jembatan Gantung Setrokalangan ini menggunakan tipe rigid dengan material rangka baja dan abutmen beton. Kapasitas jembatan ini mencapai beban 5 kPa atau setara 0,5 ton per meter persegi secara bersamaan tanpa berkumpul.
Pembangunan jembatan dilaksanakan paralel dengan normalisasi Sungai Wulan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Pekerjaan normalisasi tersebut didanai melalui pinjaman Asian Development Bank dan ditargetkan selesai akhir 2026.
Kehadiran jembatan gantung diharapkan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap jembatan apung dan tambatan perahu sebagai akses penyeberangan. Infrastruktur tersebut sekaligus diharapkan memperkuat konektivitas wilayah Kudus dan Demak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....