Gubernur Kalbar Ingatkan Warga Tak Sembarangan Bakar Lahan
- 03 Sep 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
- Gubernur nenyebut dampak kebakaran dapat dirasakan masyarakat dalam jumlah besar, terutama akibat paparan kabut asap.
- Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, khususnya pembakaran lahan.
RRI.CO.ID, Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Menurutnya, dampak kebakaran dapat dirasakan masyarakat dalam jumlah besar, terutama akibat paparan kabut asap.
Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak mendeteksi sebanyak 2.434 titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat (Kalbar) dalam 24 jam terakhir. Kondisi tersebut menjadi peringatan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam sepekan ke depan.
"Tolonglah, karena kasihan gara-gara membakar lahan, yang korban ribuan orang. Bahaya asap dan lain sebagainya, penerbangan juga nggak bisa karena ini dekat dengan bandara," kata Norsan di Sungai Raya, Kamis 3 September 2026.
reg
Ia mengatakan, penanganan karhutla di lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dan relawan. Kondisi gambut yang luas serta medan yang sulit membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.
"Hari ini kita lihat di Sekunder C ini terjadi kebakaran tanah gambut. Cukup luas lahan gambut di sini, sehingga pemadam juga kewalahan memadamkannya. Sudah dua hari memadamkan di sini," ujarnya.
Norsan menegaskan, pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan meluasnya karhutla. Masyarakat diharapkan ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
BMKG juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan seiring kenaikan suhu udara dan berkurangnya potensi hujan yang dapat memperbesar risiko terjadinya karhutla. Sehingga, warga diminta meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, khususnya pembakaran lahan. Kondisi cuaca yang kering dapat mempercepat penyebaran api dan menyulitkan proses pemadaman.
BMKG juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan cuaca dan informasi titik panas melalui aplikasi Info BMKG, laman resmi BMKG Kalbar, serta media sosial resmi BMKG.
"Peningkatan kewaspadaan diperlukan sebagai bagian dari upaya mencegah meluasnya karhutla dan menekan dampak kabut asap terhadap kesehatan serta aktivitas masyarakat," kata Noven.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....