Satpol PP Bekasi Temukan Banyak ASN Suka "Ngemal" saat Jam Kerja

  • 31 Agt 2026 16:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Banyak ASN tertangkap basah dalam razia sedang berada di mal atau "ngemal" di saat jam kerja.
  • Selain di mal, ASN juga banyak ditemui di cafe hingga pasar.

RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Satpol PP Kota Bekasi kerap menemukan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) melanggar disiplin terutama berkaitan dengan jam kerja. Banyak ASN tertangkap basah dalam razia sedang berada di mal atau "ngemal" di saat jam kerja.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Nesan Sujana mengatakan, selain di mal, ASN juga banyak ditemui di cafe hingga pasar. Padahal masih dalam jam kerja bukan jam pulang atau istirahat.

Namun demikian kata dia, mayoritas ASN yang terjaring razia bukan berasal dari lingkungan Pemkot Bekasi. Sebaliknya, beberapa yang terjaring razia berasal dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi yang merupakan tetangga Kota Bekasi.

"Kita beberapa kali menemukan ASN sedang berada di mal, cafe hingga pasar. Tapi kebanyakan dari mereka itu berasal dari tetangga kita, Kabupaten Bekasi," katanya, saat diwawancarai di Kantor Pemkot Bekasi, Senin, 31 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, para ASN yang tertangkap razia tersebut pihak Satpol PP akan melakukan pencatatan. Setelah tiga kali barulah yang bersangkutan akan dikenakan sanksi sesuai aturan.

"Kita catat dulu, pencatatannya masuk kepada BKPSDM dan Inspektorat. Apabila sampai tiga kali baru dikenakan sanksi kedisiplinan," katanya.

Namun kata dia, hal berbeda akan diberlakukan bagi pegawai honorer atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Bagi mereka sanksi teguran hingga pemecatan menanti jika mereka terbukti membolos saat jam kerja.

"Bagi PPPK atau honorer langsung akan diberlakukan surat teguran. Dan bila mengulanginya lagi langsung kepada sanksi pemecatan," katanya.

Guna meningkatkan kedisiplinan ASN terhadap jam kerja, Satpol PP akan terus menggencarkan razia. Yakni dilakukan dua kali dalam seminggu.

"Kita akan gencarkan razia terutama September mendatang. Bisa seminggu dua kali atau maksimal setiap minggu harus ada razia," ujarnya, mengakhiri pembicaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....