Kementerian PU Salurkan 25 Ribu Liter Air untuk Selamatkan Sawah Sumbawa
- 30 Agt 2026 21:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PU menyalurkan 25 ribu liter air irigasi untuk menyelamatkan 18,6 hektare sawah terdampak kekeringan di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
- Distribusi air irigasi dilakukan melalui Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I di Daerah Irigasi Mamak, Desa Hijrah, Kecamatan Lape pada Kamis, 27 Agustus 2026.
- Penyaluran air berlangsung selama tujuh jam sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat penanganan dampak kekeringan pada sektor pertanian nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat penanganan dampak kekeringan pada sektor pertanian dengan memastikan ketersediaan air bagi lahan sawah terdampak. Kementerian PU menyalurkan 25 ribu liter air irigasi untuk menyelamatkan 18,6 hektare sawah di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Distribusi air irigasi tersebut dilakukan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I pada Kamis, 27 Agustus 2026. Penyaluran berlangsung di Daerah Irigasi (DI) Mamak, Desa Hijrah, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, selama tujuh jam.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan penanganan kekeringan perlu dilakukan cepat untuk menjaga keberlanjutan layanan irigasi masyarakat. Menurutnya, optimalisasi infrastruktur sumber daya air diperlukan agar ketersediaan air dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Minggu, 30 Agustus 2026.
Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dody menyebut Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam pemenuhan kebutuhan air pertanian.
Air irigasi tersebut digunakan untuk tanaman padi yang berpotensi mengalami gagal panen akibat kekeringan. Sebanyak 40 petani yang mengusahakan tanaman padi pada Musim Tanam (MT) II menerima manfaat distribusi tersebut.
Saat distribusi dilakukan, tanaman padi rata-rata telah berusia sekitar 70 hari sehingga membutuhkan pasokan air. Penyaluran dilakukan menggunakan satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter sebanyak lima kali perjalanan.
DI Mamak memiliki luas layanan sekitar 3.800 hektare dengan sumber utama berasal dari Bendungan Mamak. Dalam kondisi kekeringan, sumber alternatif juga diupayakan melalui Sungai Lape dengan pemompaan air buangan irigasi.
BBWS Nusa Tenggara I akan melanjutkan distribusi air secara bertahap berdasarkan kondisi ketersediaan sumber air. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mempertahankan kebutuhan air lahan pertanian terdampak kekeringan.
Selain sektor pertanian, Kementerian PU juga menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan. Sebanyak 4.700 liter air bersih disalurkan kepada 145 kepala keluarga atau sekitar 225 jiwa.
Distribusi air bersih tersebut dilakukan di Lingkungan Bina Baru, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasana E Barat, Kota Bima. Bantuan disalurkan menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 4.700 liter.
Kementerian PU menyatakan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mengoptimalkan sumber air yang tersedia. Upaya tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....