Sudinkes Kepulauan Seribu Perkuat Tracing TB Lewat CKG
- 29 Agt 2026 04:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sudinkes Kepulauan Seribu memperkuat investigasi kontak atau tracing penyakit tuberkulosis (TB) yang terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
- Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus mencegah penularan TB di masyarakat.
- Kegiatan tracing TB yang terintegrasi dengan CKG dapat semakin memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kepulauan Seribu.
RRI.CO.ID, Jakarta - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Kepulauan Seribu memperkuat investigasi kontak atau tracing penyakit tuberkulosis (TB) yang terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus mencegah penularan TB di masyarakat.
Kepala Sudinkes Kabupaten Kepulauan Seribu dr. Ghamal Ahmad Pramana mengatakan kegiatan tracing menyasar 100 orang di setiap lokus. Kelompok sasaran meliputi kontak serumah, kontak erat, hingga populasi berisiko.
"Target sasaran masing-masing lokus adalah seratus orang dengan kelompok sasaran terdiri dari kontak serumah, kontak erat dan populasi berisiko," kata Ghamal di Jakarta, Jumat 28 Agustus 2026. Menurutnya, TB masih menjadi salah satu persoalan kesehatan, baik secara global maupun di Indonesia.
Berdasarkan Global TB Report 2025, diperkirakan terdapat sekitar 1.080.000 kasus TB di Indonesia. Karena itu, ia menilai tracing menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat penemuan kasus sekaligus memutus rantai penularan.
"Tracing merupakan kunci utama percepatan penemuan kasus TB dan pencegahan penularan," ujarnya. Ghamal menjelaskan, Kementerian Kesehatan mengamanatkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia untuk melaksanakan kegiatan Tracing TB Terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis hingga Desember 2026.
Kegiatan tersebut difokuskan pada penemuan kasus secara aktif, terutama melalui pelacakan kontak serumah dan kontak erat pasien TB.
Selain meningkatkan penemuan kasus, integrasi layanan ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap CKG, khususnya kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terkena TB.
"Kami juga untuk memperluas manfaat layanan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat. Terutama kelompok berisiko sehingga dapat berdampak dalam menurunkan stigma dan diskriminasi terhadap pasien TB," kata Ghamal.
Menurutnya, layanan kesehatan terpadu tersebut menjadi kesempatan bagi warga Kepulauan Seribu untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan secara lebih dekat dan mudah. Warga tidak perlu melakukan perjalanan ke wilayah daratan untuk mendapatkan layanan pemeriksaan tertentu.
"Dengan layanan ini, warga bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara lebih dekat dan mudah," ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya melakukan skrining gejala TB, tetapi juga pemeriksaan menggunakan Portable X-Ray oleh radiografer yang melibatkan Poltekkes Kemenkes Jakarta III.
Apabila ditemukan warga yang terduga TB, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan pengambilan sampel dahak untuk memastikan diagnosis.
Selain pemeriksaan TB, petugas juga memberikan layanan Cek Kesehatan Gratis serta sosialisasi dan edukasi kesehatan yang dilakukan oleh dokter umum dan tenaga kesehatan di setiap lokus.
Kegiatan tersebut turut melibatkan kader kesehatan dari masing-masing wilayah lokus. Keterlibatan kader diharapkan dapat memperkuat jangkauan layanan sekaligus memudahkan pelacakan warga yang memiliki risiko TB.
Ghamal berharap kegiatan tracing TB yang terintegrasi dengan CKG dapat semakin memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kepulauan Seribu. "Sehingga pemberian pengobatan lebih cepat demi mewujudkan masyarakat Kepulauan Seribu yang sehat," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....