PLN Pastikan Infrastruktur Listrik Flores Aman Pascagempa M7,7 NTT

  • 28 Agt 2026 16:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PLN memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan di Pulau Flores telah menjalani asesmen pascagempa bumi magnitudo 7,7.
  • Asesmen tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan aset sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di Pulau Flores.
  • Tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh Gardu Induk (GI) dan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Pulau Flores.

RRI.CO.ID, Kupang - PT PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN UIW NTT) memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan di Pulau Flores telah menjalani asesmen pascagempa bumi magnitudo 7,7. Asesmen tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan aset sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di Pulau Flores.

General Manager PLN UIW NTT F Eko Sulistiyono mengatakan proses asesmen dan pemulihan dilakukan melalui kolaborasi lintas unit PLN. Upaya pemulihan listrik di NTT ini dilakukan dengan mengutamakan keselamatan kerja dan keandalan sistem kelistrikan.

"Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi seluruh personel. Sinergi lintas unit dan semangat gotong royong ini menjadi bukti komitmen PLN untuk hadir memberikan pelayanan terbaik dan menjaga pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat Flores," ujar Eko di Kupang, Jumat 28 Agustus 2026.

Tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh Gardu Induk (GI) dan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Pulau Flores. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan kondisi aset tetap aman setelah wilayah tersebut diguncang gempa.

Pada GI, asesmen meliputi berbagai peralatan utama, seperti Trafo Tenaga (TFT), Pemutus Tenaga (PMT), Lightning Arrester (LA). Kemudian, Current Transformer (CT), hingga sistem proteksi.

Pemeriksaan juga diperkuat dengan sejumlah pengujian teknis. Di antaranya, Sweep Frequency Response Analysis (SFRA), Polarization Index (PI), tan delta winding dan bushing, Dynamic Resistance OLTC, serta Breakdown Voltage (BDV).

Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga menangani sejumlah temuan teknis. Termasuk rembesan minyak dan fabrikasi plat busbar 20 kV.

Sementara itu, pada jaringan transmisi, pemeriksaan mencakup kondisi pondasi dan kaki tower, struktur baut dan bracing, konduktor, isolator, kawat tanah atau Optical Ground Wire (OPGW), jarak bebas (clearance). Hingga potensi longsor di sekitar tapak tower.

Untuk mempercepat proses asesmen, PLN membagi tim menjadi dua wilayah kerja. Tim Flores bagian barat melakukan pemeriksaan di GI Rangko, Labuan Bajo, Ruteng, Ulumbu, Borong, dan Bajawa.

Adapun tim Flores bagian timur menyisir GI Ende, Aesesa, Maumere, dan Wairita. Eko menilai keterlibatan berbagai unit PLN tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan persaudaraan antarinsan PLN dalam menghadapi kondisi darurat.

Manager PLN UPT Kupang Hikmah Prasetia mengatakan asesmen tidak hanya dilakukan secara visual. Tetapi juga melalui berbagai pengujian teknis untuk memastikan setiap aset dalam kondisi layak dan aman sebelum sistem dinormalisasi.

"Pasca-gempa, kami langsung bergerak melakukan asesmen dan pengujian aset transmisi yang terdampak. Kami tidak hanya melihat kondisi fisik secara visual, tetapi juga memastikan keandalan peralatan melalui serangkaian uji teknis presisi sebelum penormalan sistem," katanya.

Ia menegaskan keselamatan personel dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Flores menjadi prioritas utama dalam seluruh proses pemulihan. Dukungan pemulihan juga datang dari personel bantuan kendali operasi (BKO) PLN yang dikerahkan dari berbagai wilayah.

Mereka antara lain berasal dari UIP3B Sulawesi, UIP3B Kalimantan, UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, UIT Jawa Bagian Tengah, serta Divisi Transmisi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara. Seluruh proses asesmen dan pemulihan dilakukan dengan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Tahapan tersebut meliputi safety briefing, pembebasan tegangan, pengecekan kelistrikan, pemasangan grounding lokal, penggunaan alat pelindung diri (APD). Hingga pemeriksaan akhir sebelum dilakukan penormalan sistem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....