Karhutla di Ponorogo, Asap Ganggu Permukiman Warga

  • 28 Agt 2026 14:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Karhutla di kawasan Perhutani Ponorogo membakar sekitar 10 hektare lahan dan menimbulkan kepulan asap.
  • Asap kebakaran mengarah ke rumah warga karena lokasi hutan terbakar berdekatan dengan tanaman dan permukiman.
  • Kebakaran diduga berasal dari pembakaran lahan warga yang kemudian merembet ke kawasan hutan Perhutani.

RRI.CO.ID, Ponorogo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Perhutani Ponorogo, Jawa Timur, mengganggu permukiman warga sekitar. Kepulan asap dari lokasi kebakaran mengarah langsung ke sejumlah rumah warga.

Mandor Perhutani Sunyoto mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu dampak yang perlu diwaspadai. Menurutnya, kawasan hutan yang terbakar berada berdekatan dengan tanaman dan permukiman warga.

“Ada tanaman warga, rumah warga. Bahayanya asap, asapnya langsung ke rumah warga,” kata Sunyoto dalam keterangan pers, Jumat, 28 Agustus 2026.

Kebakaran terjadi di petak 112 A, RPH Slahung, TKPH Ponorogo Selatan. Api membakar sejumlah pohon eucalyptus dan jati yang berada di kawasan hutan tersebut.

Sunyoto mengatakan titik api pertama kali terlihat pada Rabu, 26 Agustus 2026 sore. Api kemudian kembali muncul pada Kamis pagi dan merembet ke petak hutan sebelah barat gunung.

“Yang kemarin sore ada, terus tadi pagi muncul lagi titik api. Akhirnya merembet ke petak yang sebelah barat gunung,” ujarnya.

Kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan sekitar 10 hektare kawasan hutan. Petugas masih melakukan penanganan untuk mencegah api meluas ke area lainnya.

Sunyoto menduga kebakaran berasal dari pembakaran lahan milik warga yang merembet hingga masuk ke kawasan hutan Perhutani. “Ini kemungkinan dari pembakaran lahan warga dan merembet ke hutan,” ucapnya.

Perhutani mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Langkah tersebut penting untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampak asap terhadap permukiman warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....