Gunung Awu Waspada, Warga Dilarang Beraktivitas Radius Tiga Kilometer

  • 27 Agt 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat aktivitas Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, masih berada di atas normal
  • Aktivitas kegempaan gunung tersebut didominasi gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik jauh
  • Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria mengatakan, selama periode 1–15 Agustus 2026 tercatat 323 gempa vulkanik dangkal

RRI.CO.ID, Manado - Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat aktivitas Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, masih berada di atas normal. Aktivitas kegempaan gunung tersebut didominasi gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik jauh.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria mengatakan, selama periode 1–15 Agustus 2026 tercatat 323 gempa vulkanik dangkal. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 21 kejadian per hari.

“Selain itu terekam 32 kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal. Lalu empat kali gempa terasa skala I-II MMI, dan 523 kali gempa tektonik jauh,” kata Lana dalam laporan evaluasi Gunung Awu, Kamis, 28 Agustus 2026.

Berdasarkan pengukuran Real Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM), energi kegempaan vulkanik menunjukkan nilai yang berfluktuasi. Secara umum, grafik RSAM masih mengalami peningkatan yang dipengaruhi tingginya aktivitas gempa tektonik di sekitar Gunung Awu.

Sementara itu, hasil pengamatan visual menunjukkan kondisi kawah Gunung Awu tidak mengalami perubahan signifikan sejak awal Juli 2024. Embusan asap kawah juga tidak teramati dari Pos Pengamatan Gunung Api.

Menurut Badan Geologi, kondisi tersebut menunjukkan aktivitas embusan masih berada di dalam kawah dan tidak melewati puncak. Hal itu juga mengindikasikan belum terjadi peningkatan temperatur kawah dibandingkan periode sebelumnya.

Meski demikian, aktivitas kegempaan dan akumulasi tekanan pada kedalaman dangkal mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas Gunung Awu secara umum masih berada di atas normal.

Badan Geologi mencatat potensi bahaya dapat berupa erupsi eksplosif dengan lontaran material pijar maupun aliran piroklastik. Selain itu, terdapat potensi erupsi efusif berupa aliran lava serta erupsi freatik yang didominasi uap dan gas vulkanik.

Potensi pembongkaran kubah lava juga dapat terjadi apabila tekanan dalam sistem magmatik meningkat signifikan. Masyarakat turut diminta mewaspadai paparan gas vulkanik dalam konsentrasi yang melebihi ambang batas aman.

Gunung Awu saat ini berada pada Level II atau Waspada. Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak memasuki maupun melakukan aktivitas. Khususnya dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah Gunung Awu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....