Menteri PU Pastikan Seluruh Jalan Nasional Flores Pascagempa Kembali Terbuka

  • 26 Agt 2026 19:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PU Dody Hanggodo memastikan seluruh jalan nasional di Flores yang terganggu gempa magnitudo 7,7 telah kembali terbuka.
  • Pemulihan akses jalan dilakukan sejak hari pertama gempa untuk menjaga mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik.
  • Sebagian besar gangguan jalan disebabkan longsoran material akibat guncangan gempa, dan Kementerian PU masih menyiagakan excavator pada titik-titik rawan untuk mengantisipasi longsoran susulan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan seluruh jalan nasional pascagempa Magnitudo 7,7 di Flores kembali terbuka. Ia mengatakan pemulihan akses dilakukan sejak hari pertama untuk menjaga mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik.

Dody mengungkapkan sebagian besar gangguan jalan disebabkan longsoran material akibat guncangan gempa. Hingga kini, lanjutnya, Kementerian PU masih menyiagakan excavator pada sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi longsoran susulan.

“Kami memang fokus utamanya adalah pemulihan jalan. Jadi mulai hari pertama itu, sesuai dengan bimbingan Kepala BNPB kami buka semua jalan nasional,” kata Dody dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu, 26 Agustus 2026.

Ia menyebut, pemulihan juga menyasar Jembatan Wae Pesi di Kabupaten Manggarai yang menjadi jalur distribusi bahan bakar minyak. Dody menjelaskan kementeriannya mempercepat penanganan jembatan tersebut hingga kembali fungsional pada hari kedua.

“Kita sudah diwanti-wanti oleh Kepala BNPB dan Menko Pak Pratikno, jembatan ini harus diutamakan karena transportasi BBM lewat sini. Kemudian kita kerja siang-malam,” ujarnya.

Jembatan Wae Pesi kini dapat dilalui secara terbatas menggunakan sistem satu per satu kendaraan. Pengujian menggunakan truk Bahan Bakar Minyak (BBM) bermuatan hingga 20 ton menunjukkan jembatan masih mampu dilalui.

Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada Pulau Palue karena akses infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat masih terbatas. Dody mengatakan sepuluh titik longsoran yang sebelumnya menutup akses jalan pulau, sekarang telah terbuka semua.

Dody juga menyebut kebutuhan air bersih turut menjadi persoalan mendasar masyarakat Pulau Palue akibat keterbatasan sumber air. Sejumlah bak penampungan air hujan yang rusak akibat gempa juga segera diperbaiki agar kembali dimanfaatkan.

“Jadi Palue ini, di samping jalan yang memang sudah lama tidak dipreservasi, kita akan preservasi juga. Kebutuhan mendasar air akan kita utamakan,” ucap Menteri PU itu.

Kementerian PU juga berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menjajaki teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar. Upaya tersebut disiapkan sebagai solusi jangka panjang memenuhi kebutuhan air masyarakat Pulau Palue.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....