Polda Jambi Turunkan Ratusan Personel Bantu Tangani Karhutla

  • 26 Agt 2026 12:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polda Jambi kerahkan 873 personel melalui Operasi Aman Nusa II-2026 untuk menangani karhutla di sejumlah wilayah.
  • Penanganan dilakukan terpadu, meliputi pencegahan, pemantauan hotspot, patroli, ground checking, pemadaman darat dan udara, hingga penegakan hukum.
  • Sebanyak 3.632 hotspot terdeteksi sepanjang Januari hingga 23 Agustus 2026, dengan luas karhutla mencapai 916 hektare.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepolisian daerah (Polda) Jambi menerjunkan 873 personel dalam Operasi Aman Nusa II-2026. Operasi ini diarahkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten di provinsi itu.

"Ke-873 personel Polri yang diterjunkan itu terdiri atas 373 personel Polda Jambi dan 500 personel Polres jajaran. Mereka tergabung dalam Posko Terpadu Satgas Karhutla Provinsi Jambi," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 26 Agustus 2026.

Saat ini Kepolisian daerah Jambi bersama Polres/Polresta terus memperkuat langkah penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi. Terutama melalui Operasi Aman Nusa II-2026, dengan pola bersinergi dengan semua pihak dalam strategi pencegahan.

"Upaya dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan pencegahan, pemantauan hotspot, patroli dan ground checking. Ada pemadaman darat maupun udara, sosialisasi kepada masyarakat serta penegakan hukum," katanya.

Kondisi Karhutla menjadi perhatian serius mengingat Provinsi Jambi memasuki periode musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Ia mengatakan, awal musim kemarau diprediksi terjadi pada awal Juni dan puncaknya pada Agustus 2026.

Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan ekstra karena Karhutla dapat berdampak terhadap ekosistem. Terutama bagi kesehatan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.

Berdasarkan pantauan Satelit Terra-Aqua SNPP dan NOAA 20. Periode 1 Januari hingga 23 Agustus 2026 tercatat sebanyak 3.632 hotspot, dengan luas lahan Karhutla mencapai 916 hektare.

Wilayah yang menjadi perhatian dan dipetakan sebagai daerah rawan karhutla meliputi berbagai Kabupaten. Yaitu Muaro Jambi, Batang Hari, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Tebo, Bungo dan Merangin.

Pada 24 Agustus 2026, Satgas mencatat 84 kegiatan pencegahan berupa sosialisasi. Terutama patroli dan ground checking serta 19 kegiatan pemadaman.

Penanganan dilakukan secara terpadu bersama TNI, Manggala Agni, BPBD, MPA dan unsur terkait lainnya. Untuk lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, penanganan dilakukan dengan dukungan udara.

Posko Udara Satgas Karhutla melaksanakan monitoring hotspot, ground checking, pemantauan udara serta pemadaman melalui water bombing. Posko tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, BPBD, BMKG dan Basarnas.

Penanganan di lapangan juga menghadapi sejumlah kendala, di antaranya luasnya area terbakar, lokasi yang sulit dijangkau. Adapun karakteristik lahan gambut yang membuat api sulit dipadamkan secara tuntas.

Tidak hanya itu, keterbatasan sumber air serta kondisi cuaca panas dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api. "Untuk mengatasi kondisi tersebut, strategi penanganan dilakukan melalui patroli rutin, pemanfaatan personel secara optimal," kata Kombes Pol Erlan Munaji.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....