WinX dan Reku Jajaki AI Robo Advisor untuk Perdagangan Aset Keuangan Digital
- 25 Agt 2026 16:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- WinX atau PT Pandawa Sakti Digital menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Reku atau PT Rekeningku Dotcom Indonesia.
- Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk menjajaki pemanfaatan teknologi AI Robo Advisor dalam ekosistem perdagangan aset keuangan digital di Indonesia.
- Penandatanganan MoU dilakukan dalam rangkaian Coinfest Asia 2026 di Bali pada 21 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Bali - WinX atau PT Pandawa Sakti Digital menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Reku atau PT Rekeningku Dotcom Indonesia. Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk menjajaki pemanfaatan teknologi AI Robo Advisor dalam ekosistem perdagangan aset keuangan digital di Indonesia.
Penandatanganan MoU dilakukan dalam rangkaian Coinfest Asia 2026 di Bali pada 21 Agustus 2026. Kedua perusahaan akan mempersiapkan uji coba teknologi kecerdasan buatan tersebut untuk mendukung aktivitas perdagangan aset digital.
Kolaborasi WinX dan Reku diarahkan untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI dalam membantu investor aset kripto melakukan analisis pasar. Teknologi tersebut juga akan dikaji untuk mendukung aktivitas perdagangan, termasuk pada produk derivatif aset kripto.
AI Robo Advisor yang dikembangkan WinX dirancang untuk membantu pengguna menganalisis kondisi pasar. Teknologi ini juga dapat mengidentifikasi peluang perdagangan serta memberikan dukungan dalam menentukan strategi dan eksekusi transaksi berdasarkan parameter yang telah ditentukan.
Direktur Utama PT Pandawa Sakti Digital, Mikhail Hermawan, mengatakan perkembangan industri aset digital membuka peluang bagi teknologi AI untuk menjadi bagian dari infrastruktur perdagangan. Menurutnya, teknologi tersebut perlu diuji agar dapat memberikan dukungan pengambilan keputusan secara lebih terukur.
"Pertumbuhan investor aset kripto di Indonesia menunjukkan kebutuhan terhadap teknologi untuk memahami dan merespons dinamika pasar semakin besar. Kami ingin menguji pemanfaatan AI Robo Advisor untuk membantu investor mengambil keputusan perdagangan secara lebih terukur," ujar Mikhail.
Mikhail menilai pemanfaatan teknologi tersebut menjadi semakin relevan pada perdagangan produk derivatif aset kripto. Produk tersebut memiliki tingkat kompleksitas dan risiko yang lebih tinggi sehingga membutuhkan analisis dan pengelolaan risiko yang lebih cermat.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 22,69 juta investor pada Juni 2026. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat Rp28,58 triliun atau meningkat 24,20 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
OJK juga telah memberikan perizinan kepada 26 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD). Perkembangan tersebut menunjukkan semakin terbentuknya ekosistem perdagangan aset kripto yang teratur di Indonesia.
Kerja sama WinX dan Reku menjadi bagian dari upaya mengeksplorasi penggunaan teknologi AI dalam ekosistem aset keuangan digital. Uji coba yang akan dilakukan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai potensi teknologi Robo Advisor dalam mendukung aktivitas perdagangan secara lebih terukur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....