Kekeringan di Jateng-Jatim, 647 Warga Dapat Bantuan Air Bersih

  • 25 Agt 2026 23:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menyalurkan 29.000 liter air bersih kepada 647 warga terdampak kekeringan di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai bentuk respons cepat terhadap krisis air.
  • Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan air masyarakat menjadi prioritas utama dalam menangani kondisi kekeringan di wilayah terdampak.
  • Distribusi air bersih dilakukan dengan penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat dan kondisi lapangan untuk memastikan efektivitas bantuan pemerintah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyalurkan 29.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 647 warga terdampak kekeringan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bantuan tersebut menjadi respons pemerintah terhadap kebutuhan air masyarakat yang terdampak kondisi kekeringan di sejumlah wilayah.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan air masyarakat menjadi prioritas dalam menghadapi kondisi kekeringan di wilayah terdampak. Ia menyebut dukungan air bersih dilakukan secara cepat dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi lapangan.

“Dalam kondisi kekeringan, kita harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap air, terutama untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Kementerian PU akan terus mengoptimalkan sumber daya dan infrastruktur yang tersedia untuk membantu masyarakat terdampak,” ujar Menteri PU tersebut dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 Agustus 2026.

Penyaluran air dilakukan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo di empat desa yang mengalami dampak kekeringan. Wilayah tersebut meliputi Desa Sidomulyo Boyolali, Desa Mernung dan Ngroto Blora, serta Desa Banyu Urip Ngawi.

Sebagai informasi, di Boyolali, sebanyak 4.000 liter air turut disalurkan kepada 45 kepala keluarga atau 115 jiwa. Sementara Blora menerima 9.000 liter air untuk memenuhi kebutuhan sekitar 352 warga terdampak kekeringan.

Distribusi terbesar dilakukan di Kabupaten Ngawi dengan 16.000 liter air untuk 80 kepala keluarga. Bantuan tersebut diterima sekitar 180 jiwa di Dusun Tambakselo, Desa Banyu Urip untuk kebutuhan sehari-hari.

Dukungan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat penerima manfaat di wilayah terdampak kekeringan. Salah satu warga Dusun Tambakselo, Gimin mengatakan bantuan air bersih sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan kepada masyarakat. Air ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Kementerian PU yang telah membantu masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujar Gimin.

Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, Kementerian PU juga mengoptimalkan tata kelola air untuk menjaga produktivitas pertanian. Langkah tersebut dilakukan BBWS Bengawan Solo melalui penanganan jaringan sumber daya air di Kabupaten Lamongan.

Di Desa Pasi, Kecamatan Glagah, dibuat bendung sementara di Sungai Blawi atau Bengawan Jero untuk menaikkan tinggi muka air. Bendung tersebut juga berfungsi menahan masuknya air asin dari arah hilir agar pasokan irigasi tetap tersedia.

Selain itu, penanganan dilanjutkan dengan normalisasi sejumlah sungai dan pengoperasian pompa untuk menambah debit air menuju sistem Sungai Blawi. Upaya tersebut diarahkan mendukung pengairan Daerah Irigasi Bengawan Jero seluas sekitar 3.386 hektare.

Hingga kini, sekitar 2.930 hektare lahan pertanian telah terairi, sedangkan 456 hektare masih dalam proses penanganan. BBWS Bengawan Solo juga tengah mengoperasikan enam unit pompa untuk mengalirkan air menuju saluran irigasi dan petak sawah.

Kementerian PU akan terus berkomitmen memantau kondisi kekeringan dan ketersediaan air di wilayah kerja BBWS Bengawan Solo. Distribusi air bersih, pengelolaan sumber air, hingga optimalisasi jaringan irigasi dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat serta kondisi lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....