Mengenal Wae Rebo Kampung Adat di Flores
- 25 Agt 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kampung Wae Rebo adalah kampung tradisional terpencil di Flores, Nusa Tenggara Timur yang menyimpan kekayaan budaya dan tradisi adat.
- Kampung ini terletak di ketinggian sekitar 1.111 meter di atas permukaan laut sehingga mendapat julukan kampung di atas awan.
- Wae Rebo dikenal karena kehidupan adat yang masih terjaga dan rumah-rumah tradisional yang memiliki keindahan arsitektur khas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia memiliki beragam kampung adat yang menyimpan kekayaan budaya, tradisi, serta keindahan alam. Salah satunya Kampung Wae Rebo di Flores, Nusa Tenggara Timur, yang dikenal karena kehidupan adat dan rumah tradisionalnya.
Melansir dari Indonesia Kaya, Wae Rebo adalah kampung tradisional terpencil yang akrab disebut sebagai kampung di atas awan. Julukan tersebut muncul karena lokasinya berada di ketinggian sekitar 1.111 meter di atas permukaan laut.
Wae Rebo terletak di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, dan berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Komodo. Posisinya yang dikelilingi hutan tropis menjadikan Wae Rebo berkembang sebagai salah satu tujuan ekowisata di Indonesia.
Masyarakat Wae Rebo masih mempertahankan adat istiadat dan tradisi warisan leluhur. Kehidupan masyarakat juga tetap berlangsung dalam lingkungan kampung yang berada jauh dari keramaian.
Ciri khas Wae Rebo terlihat dari rumah adat Mbaru Niang yang berbentuk kerucut dengan atap berbahan daun lontar. Melansir Pemerintah Kabupaten Manggarai, terdapat tujuh rumah adat berbentuk kerucut yang menjadi daya tarik utama kampung tersebut.
Mbaru Niang tidak hanya menjadi bangunan tempat tinggal, tetapi juga memiliki fungsi penting dalam kehidupan masyarakat Wae Rebo. Rumah utama digunakan untuk menerima tamu, sedangkan rumah lainnya menjadi tempat tinggal beberapa keluarga.
Masyarakat Wae Rebo menjalani kehidupan dengan kegiatan pertanian dan memanfaatkan hasil alam. Warga Wae Rebo umumnya bekerja sebagai petani dengan kopi sebagai komoditas andalan.
Selain kopi, warga juga menghasilkan berbagai komoditas dan kerajinan yang dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat setempat. Vanili, kulit kayu manis, serta kerajinan tangan menjadi hasil lokal yang dapat dibawa pulang wisatawan sebagai cendera mata.
Lingkungan alam Wae Rebo menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari karakter kampung yang asri. Melansir Indonesia Kaya, perjalanan menuju Wae Rebo melewati kawasan hutan dan jalur terpencil yang memperlihatkan kondisi alam Flores.
Keunikan Wae Rebo membuat kampung tersebut mendapat pengakuan internasional atas upaya pelestarian warisan budayanya. Pada 2012, Wae Rebo menerima Award of Excellence dari UNESCO Asia-Pacific Heritage Awards for Culture Heritage Conservation. (Shafa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....