NU Care-LAZISNU dan MPPA Perkuat Pendidikan Santri dan Ekonomi Pesantren
- 25 Agt 2026 09:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - NU Care-LAZISNU PBNU bersama wilayah Jawa Tengah dan cabang Rembang menyalurkan program pendidikan santri. Program tersebut juga memperkuat pemberdayaan ekonomi pesantren di Pondok Pesantren Al Irsyad Kauman, Rembang, Jawa Tengah.
Program dilaksanakan pada 20 Agustus 2026 melalui sinergi bersama PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). Kolaborasi tersebut menghimpun infak pelanggan selama periode Februari hingga April 2026.
Infak yang terkumpul kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui dukungan pendidikan dan penguatan ekonomi pesantren. Sebanyak 80 santri menerima beasiswa pendidikan dalam program tersebut.
Selain beasiswa, bantuan juga diberikan sebagai modal usaha untuk mengembangkan unit usaha kantin pesantren. Langkah tersebut diharapkan mendorong pesantren memiliki sumber ekonomi kuat dan berkelanjutan.
Manajer Fundraising NU Care-LAZISNU PBNU Wahyu Nurhadi mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud amanah kepedulian masyarakat. Dana tersebut dihimpun melalui kolaborasi NU Care-LAZISNU bersama MPPA.
“Kami ingin setiap kebaikan yang dititipkan melalui LAZISNU benar-benar bergerak menjadi manfaat bagi masyarakat. Beasiswa ini kami harapkan menyemangati santri untuk belajar dan menggapai cita-cita," ujarnya dalam keterangan pers tertulis, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurutnya, dukungan ekonomi juga menjadi pijakan agar pesantren semakin mandiri dan mampu tumbuh berkelanjutan. Pendidikan santri dan kemandirian ekonomi menjadi dua kekuatan penting dalam membangun masa depan pesantren.
Karena itu, NU Care-LAZISNU terus mendorong dana infak masyarakat menjadi energi pemberdayaan. Upaya tersebut diharapkan membuka jalan menuju kemandirian pesantren.
Koordinator Program dan Distribusi LAZISNU wilayah Jawa Tengah Aan Zainul Anwar menegaskan pentingnya keberlanjutan program tersebut. Bantuan di Rembang diharapkan menjadi pemantik semangat santri sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi pesantren.
“Kami berharap bantuan ini membawa keberkahan bagi para santri dan pesantren. Semoga santri semakin bersemangat menuntut ilmu, sementara pemberdayaan ekonomi menjadi kekuatan baru pesantren," ujar Aan.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Irsyad Syauqie Taufiqurrahman menyampaikan rasa syukur atas kepedulian tersebut. Ia mengapresiasi NU Care-LAZISNU serta para donatur yang menyalurkan infaknya melalui MPPA.
“Terima kasih kepada LAZISNU dan para pelanggan yang menyalurkan infaknya melalui kasir MPPA. Insyaallah bantuan ini sangat bermanfaat bagi santri di sini," ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut membawa keberkahan dan menjadi pahala bagi seluruh pihak yang terlibat. Syauqie juga berharap LAZISNU senantiasa amanah menjalankan tugasnya.
Dari Kebaikan Pelanggan, Menguatkan Masa Depan Santri
Kolaborasi NU Care-LAZISNU dan MPPA dilakukan melalui penghimpunan infak pelanggan di jaringan ritel MPPA. Jaringan tersebut meliputi Hypermart, Primo Supermarket, Foodmart Supermarket, Hyfresh, Boston, dan FMX.
Dari program tersebut, berbagai manfaat terus dihadirkan bagi masyarakat melalui sektor pendidikan dan pemberdayaan. Program tersebut sekaligus memperluas dampak kebaikan dari infak pelanggan.
Bagi Hilma, santri kelas X Madrasah Aliyah Mu’allimin Mu’allimat Rembang, beasiswa menjadi penopang pendidikan. Bantuan tersebut turut meringankan beban orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan sekolah dan pesantren.
“Bantuan ini sangat membantu meringankan beban orang tua saya. Terutama dalam memenuhi biaya sekolah dan kebutuhan selama tinggal di pondok pesantren," kata Hilma.
Hal serupa dirasakan Handika Dwi Pranata, santri kelas XII MA Mu’allimin Mu’allimat Rembang. Ia memanfaatkan bantuan beasiswa untuk membantu memenuhi biaya syahriah pondok.
Sementara itu, bantuan pemberdayaan ekonomi turut menghidupkan kembali geliat Kantin Shofiyyah Pesantren Al Irsyad. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk tambahan modal dan peremajaan peralatan usaha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....