Menteri PU: Pemulihan Konektivitas Jadi Prioritas Pascagempa NTT
- 24 Agt 2026 21:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri PU menegaskan pemulihan akses jalan menjadi prioritas penanganan pascagempa di Kabupaten Sikka
- Sejumlah jalan nasional yang sempat terputus telah dibersihkan, sementara beberapa jembatan membutuhkan penanganan lanjutan
- Pemerintah mendorong konsep build back better agar infrastruktur Flores lebih tahan menghadapi ancaman bencana
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan pemulihan akses jalan menjadi salah satu prioritas penanganan pascagempa di Kabupaten Sikka. Menurutnya, sejumlah jalan nasional yang sempat terputus kini telah dibersihkan dan kembali dibuka untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Menteri Dody menyebut sejumlah jembatan masih membutuhkan waktu penanganan sebelum kembali difungsikan secara maksimal. Ia memperkirakan beberapa jembatan membutuhkan waktu satu hingga dua hari agar kembali fungsional.
“Paling tidak, jalan-jalan nasional yang sempat terputus di hari pertama sudah kita bersihkan semua, sudah dibuka. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, jembatan-jembatan yang fungsional itu bisa full dipakai dengan maksimal,” ucap Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Agustus 2026.
Pada sektor konektivitas, gempa di Pulau Flores ini turut memicu longsor serta kerusakan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sikka. Beberapa akses telah ditangani, termasuk ruas Lianunu–Hepang, Krica–Nitung, dan Krica–Lidi.
Namun, sejumlah titik lainnya masih membutuhkan mobilisasi alat berat serta penanganan lanjutan untuk memulihkan akses masyarakat. Salah satu titik perhatian berada pada ruas Koro–Maumere di kawasan Jembatan Dagedama.
Longsor tebing aktif berpotensi mengancam badan jalan dan jalur logistik Ende–Maumere apabila pengamanannya tidak segera diperkuat. Penanganan lokasi tersebut direkomendasikan melalui pembangunan turap pengaman atau bronjong.
Selain itu, kondisi Jembatan Wolowiro dilaporkan semakin parah setelah terdampak gempa. Kerusakan struktur jembatan mengganggu akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, pengangkutan hasil alam, dan pariwisata.
Penanganan darurat Jembatan Wolowiro direkomendasikan melalui penutupan akses dan pembangunan jalur alternatif. Pemerintah juga merencanakan pembangunan jembatan permanen untuk memulihkan konektivitas masyarakat.
Dody menegaskan arah penanganan dan prioritas pembangunan terus dibahas bersama pemerintah daerah. Menurutnya, kepala daerah memahami langsung kebutuhan paling mendesak berdasarkan kondisi wilayah masing-masing.
Ia menambahkan pemulihan pascabencana tidak hanya diarahkan mengembalikan kondisi seperti sebelumnya, tetapi membangun Flores dengan lebih baik. Dody mengatakan konsep build back better diterapkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan kembali infrastruktur terdampak.
Ia menekankan infrastruktur yang dibangun kembali harus lebih tahan menghadapi ancaman bencana pada masa mendatang. “Tapi basically kita harus mampu membangun Flores ini dengan lebih baik lagi,” ujar Dody.
Dengan percepatan penanganan jalan, jembatan, dan infrastruktur vital diharapkan memulihkan aktivitas masyarakat serta perekonomian wilayah terdampak. Langkah tersebut juga diarahkan agar konektivitas dan distribusi bantuan dapat kembali berjalan secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....