Integrasi Stasiun BNI City Bakal Diresmikan pada 28 September
- 24 Agt 2026 22:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Commuter Indonesia meresmikan integrasi penuh Stasiun BNI City pada Senin, 28 September 2026.
- Penyelenggara menggelar ajang lari Commuter Run 2026 untuk memperkenalkan fasilitas stasiun cerdas kepada masyarakat luas.
- KAI Commuter menghadirkan integrasi antarmoda transportasi publik guna mendukung target kawasan perkotaan nol emisi karbon.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia akan meresmikan integrasi Stasiun BNI City secara penuh pada 28 September 2026. Pengumuman peresmian stasiun percontohan cerdas tersebut disampaikan di Kantor Pusat KAI Commuter pada Senin, 24 Agustus 2026.
Momentum peresmian stasiun terpadu tersebut dirangkaikan langsung bersama perhelatan ajang lari jalan raya Commuter Run 2026. Kawasan transit modern ini disiapkan menjadi pusat percontohan stasiun cerdas ramah lingkungan di wilayah ibu kota.
Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia Muhammad Purnomosidi memberikan penjelasan mengenai kesiapan stasiun integratif tersebut. Stasiun tersebut kini melayani naik turun penumpang kereta komuter yang terhubung langsung armada kereta bandara.
"Kebetulan tanggal 28 September itu BNI City itu kita resmikan sebagai stasiun resmi pemberhentian KRL yang diintegrasikan oleh stasiun KA bandara. Jadi BNI City ini kita siapkan agar menjadi stasiun integratif dan menjadi stasiun smart station. Salah satu contoh smart station yang ada di lintasan kereta komuter," kata Muhammad Purnomosidi.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda turut memberikan keterangan terkait arah pengembangan stasiun cerdas. Pengembangan stasiun integratif ini menjadi bagian penting agenda besar transisi menuju transportasi massal rendah emisi.
"Kalau sebenarnya sih kenapa Stasiun BNI City, kita melihatnya satu, bahwa Stasiun BNI City ini merupakan stasiun pilot project kita untuk Smart Station. Itu yang utama. Nah, karena ini selaras juga dengan konsentrasi kita ya di tahun 2026 ini dan ke depan, ini mengenai green movement untuk komuter," ujar Karina Amanda.
Commercial Vice President PT Kereta Commuter Indonesia Hilmi Ridwan memaparkan rincian teknis pelaksanaan perlombaan lari tersebut. Penyelenggara membatasi kapasitas peserta secara proporsional demi menjaga kenyamanan serta ketertiban mobilitas di area stasiun.
"Kali ini ada dua kategori lari. Yang pertama adalah 5 km dan yang kedua adalah 10 km. Dan ini terbuka untuk umum dengan keseluruhan peserta kita targetkan sebanyak 2.500 peserta, yang mana masing-masing kategori ada 1.250 peserta," ucap Hilmi Ridwan.
Race Director Q-Score Satria menjelaskan penyediaan teknologi mutakhir untuk mendukung kenyamanan seluruh pelari selama perlombaan. Fasilitas pencatatan waktu otomatis terpasang rapi di sepanjang lintasan guna menampilkan hasil perlombaan secara langsung.
"Dan pada saat finish, teman-teman juga bisa langsung live result finish-nya langsung di-tap aja di semua backdrop yang ada, teman-teman bisa lihat pencapaian result teman-teman, seperti itu. Dan bukan cuma itu, nanti juga akan kita spill race analytic. Jadinya teman-teman bisa langsung, dari race analytic itu gimana sih caranya supaya kita bisa increase personal best-nya, nah di situ teman-teman bisa langsung konsultasi aja sama chatbot yang udah kita set memang untuk dapatin analitik untuk persiapan race berikutnya nanti," kata Satria.
Hilmi menegaskan komitmen panitia dalam menjaga keselamatan serta kebugaran fisik seluruh peserta ajang lari massal. Peserta diarahkan berkumpul di panggung hiburan stasiun setelah menyelesaikan seluruh rute lari yang telah ditentukan.
"Guna memastikan peserta selalu dalam kondisi yang prima, maka nanti pada saat race akan selalu standby tim medis dan marshal yang akan memastikan keamanan peserta dan juga water station di setiap 2,5 km race-nya. Setelah race selesai, peserta akan berkumpul di Race Village di BNI City tempat seluruh peserta bisa menikmati segala refreshment yang sudah kami siapkan dan juga menanti penyerahan juara bagi setiap kategori serta hiburan yang akan kami sajikan pada akhir race tersebut," ujar Hilmi.
Purnomosidi menambahkan bahwa kawasan transit Stasiun BNI City memiliki keunggulan aksesibilitas antarmoda yang sangat strategis. Masyarakat dapat menjangkau lokasi perlombaan menggunakan moda transportasi publik seperti kereta komuter yang terpadu.
"Ini juga salah satu upaya kita untuk memberikan contoh untuk menggunakan angkutan umum massal. Kenapa? Di BNI City itu dekat dengan MRT, dekat dengan Transjakarta, dengan LRT Jabodebek, dengan KRL tentunya. Nah, ini jadi satu bagian yang terintegrasi sehingga tadi niat kita semua, niat kita bersama pemerintah untuk mengurangi zero emisi," ucap Purnomosidi.
Integrasi antarmoda transportasi publik di ibu kota memberikan kemudahan perjalanan yang sangat efisien bagi masyarakat luas. Keberhasilan stasiun percontohan cerdas ini diharapkan mampu mendorong peralihan masyarakat menuju angkutan umum secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....