OMC OIKN Berhasil Turunkan Hujan di Mahakam Ulu dan Kutai Kartanegara

  • 24 Agt 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sejak Jumat (21/8) hingga Senin (24/8) berhasil memicu hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
  • Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan hujan mulai terpantau di sejumlah wilayah.

RRI.CO.ID, Nusantara - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sejak Jumat (21/8) hingga Senin (24/8) berhasil memicu hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Di antaranya Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Kartanegara.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan hujan mulai terpantau di sejumlah wilayah. Ini diketahui berdasarkan perkembangan pelaksanaan OMC hingga Senin pukul 10.00 WITA.

"Berdasarkan perkembangan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) hingga hari ini pukul 10.00 WITA, hujan mulai terpantau di sejumlah wilayah," ujar Danis di Nusantara, Senin 24 Agustus 2026.

Berdasarkan data Pos Curah Hujan di Long Lebusan, Hulu Wilayah Sungai Mahakam, hujan tercatat terjadi di Kabupaten Mahakam Ulu pada Sabtu (22/8) pukul 02.00-02.30 WITA. Adapun curah hujan sekitar 20 milimeter.

Selain itu, hujan juga dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Danis menjelaskan OMC dilakukan untuk menjaga ketersediaan air permukaan di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya.

Dampak operasi tersebut juga terlihat dari kenaikan muka air di intake Sungai Sepaku yang menjadi salah satu sumber air baku bagi kebutuhan IKN. Elevasi muka air yang sebelumnya berada pada +2,04 meter meningkat menjadi +2,05 meter atau naik sekitar 1 sentimeter pada pukul 08.20 WITA.

Ia berharap elevasi muka air tersebut terus meningkat seiring dengan pelaksanaan OMC yang masih berlangsung. "Hingga Senin pukul 10.00 WITA, telah dilaksanakan lima sortie penerbangan menggunakan pesawat Casa 212 A-2105 dari Markas Operasi Lanud Dhomber Balikpapan, dengan membawa sekitar 800 kilogram bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) pada setiap sortie," kata Danis.

OMC tersebut merupakan bagian dari misi untuk mengantisipasi dampak El Nino, musim kering, kekeringan,. Serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pelaksanaan OMC melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Serta sejumlah instansi terkait.

Danis mengatakan OMC merupakan upaya berbasis sains dan teknologi untuk mengoptimalkan potensi hujan melalui penyemaian awan atau cloud seeding.

"Pelaksanaannya dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer. Tujuannya agar bahan semai dapat diarahkan pada awan yang memiliki potensi menghasilkan hujan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....