Plaza Patriot Ramai PKL, Lima Pejabat Pemkot Bekasi Dibebastugaskan

  • 25 Agt 2026 04:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Para pejabat tersebut akan dibebas tugaskan selama satu minggu kedepan.
  • Dan selama kurun waktu tersebut, para pejabat diminta menyelesaikan persoalan PKL di area Plaza Patriot Candrabhaga
  • Sanksi ini mereka dapat akibat Plaza Patriot Candrabhaga yang tidak diperuntukan untuk berdagang justru penuh Pedagang Kaki Lima (PKL).

RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Sebanyak lima orang pejabat Pemkot Bekasi dibebastugaskan sementara. Sanksi ini mereka dapat akibat Plaza Patriot Candrabhaga yang tidak diperuntukan untuk berdagang, justru penuh Pedagang Kaki Lima (PKL).

Adapun lima pejabat yang dimaksud antara lain, Camat Bekasi Selatan Karya Sukmajaya, Lurah Kayuringin Jaya Ricky Suhendar. Serta Kepala UPTD GOR Yudi, Komandan Regu Satpol PP Kota Bekasi, Eko Sunarto dan Kepala UPTD Kebersihan Protokol Irwan Sukirno.

Menurut Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, para pejabat tersebut akan dibebas tugaskan selama satu minggu kedepan. Dan selama kurun waktu tersebut, para pejabat diminta menyelesaikan persoalan PKL di area Plaza Patriot Candrabhaga.

“Kita juga bebaskan tugasnya, biar bisa konsentrasi dalam proses penertiban. Dan kita lakukan secara maraton,” katanya, di Kantor Wali Kota Bekasi kepada RRI.co.id ,Senin, 24 Agustus 2026.

Selain membebastugaskan lima pejabat, Pemkot Bekasi juga bakal melakukan penelusuran dugaan pungli kepada PKL di Plaza Patriot Candrabhaga. Hal ini diduga dilakukan oleh oknum pegawai Pemkot Bekasi.

Menurutnya, praktik pungli tersebut merupakan salah satu pemicu area Plaza Patriot Candrabhaga dipenuhi PKL. Mereka nekat berjualan lantaran merasa sudah mengeluarkan uang.

Ia mengatakan, penelusuran pelaku pungli dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara pelaku beroperasi. Hingga memastikan apakah uang hasil pungli tersebut mengalir kepada pimpinan atau unit di tempat pelaku pungli bekerja.

"Oleh karena itu, saya ingin mempertanyakan dan mencari tahu, uang tersebut dikumpulkan oleh siapa dan bagaimana cara pengumpulannya. Kemudian, apakah mungkin uang tersebut juga didistribusikan sampai kepada pimpinan unit atau kantornya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....