Bupati Barito Selatan Akui Kesulitan Tangani Karhutla karena Berbagai Kendala
- 24 Agt 2026 12:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri, mengakui kesulitan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Hal itu disampaikannya pada perbincangan dengan RRI Pro 3, Senin 24 Agustus 2026.
Menurut Eddy, ada sejumlah kendala yang membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan, Kalimantan Tengah, sulit mengatasi karhutla. Di antaranya karakteristik lahan gambut yang tebal serta lokasi yang sulit dijangkau.
Eddy mencontohkan beberapa kecamatan seperti Jenamas, Dusun Utara, dan Dusun Hilir. “Beberapa titik hanya dapat ditempuh menggunakan klotok atau kapal berukuran kecil," ujarnya.
Menurut Eddy, pihaknya sudah sejak awal mendeteksi daerah-daerah yang sulit dijangkau. Tim dari Pemkab Barito Seltan melakukan pengkajian cepat agar tidak merugikan kehidupan masyarakat setempat.
“Dalam penanganan karhutla, pemerintah juga memanfaatkan sistem pemantauan dan teknologi,” ucapnya. “Hal itu untuk mendeteksi potensi kebakaran secara lebih dini.”
Upaya pemadaman dan pencegahan turut diperkuat melalui operasi water bombing serta rekayasa cuaca. Cara-cara ini telah menghasilkan hujan dengan intensitas lebat di sejumlah wilayah.
Selain penanganan di lapangan, pihak Pemkab juga meningkatkan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak asap karhutla. Salah satunya dengan membagikan masker kepada masyarakat.
“Kami meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” kata Eddy. “Terutama selama kondisi cuaca masih berpotensi memicu kebakaran lahan.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....