Kementerian PU Pulihkan 13 Titik Longsor, Akses Warga Pulau Palue Kembali Terbuka
- 22 Agt 2026 19:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PU menuntaskan penanganan 13 titik longsor di dua ruas jalan utama Pulau Palue, Sikka, NTT.
- Akses jalan kembali fungsional, sehingga mobilitas warga dan distribusi bantuan serta kebutuhan dasar menjadi lebih lancar.
- BPJN NTT mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan longsoran dan pemulihan konektivitas masyarakat terdampak gempa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Akses transportasi warga Pulau Palue, Sikka, NTT, kembali terbuka setelah Kementerian PU menuntaskan penanganan 13 titik longsor pascagempa. Pemulihan akses jalan tersebut memperlancar mobilitas warga sekaligus membantu distribusi bantuan dan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak gempa.
Sebanyak 10 titik longsor di Ruas Jalan Krica-Nitung sepanjang 10,5 kilometer telah selesai ditangani hingga Sabtu pagi ini. Tiga titik lainnya di Ruas Jalan Krica-Lidi sepanjang 4,1 kilometer juga berhasil ditangani melalui koordinasi bersama Pemkab Sikka.
Kini, kedua ruas jalan tersebut kembali dapat dilalui masyarakat untuk mendukung aktivitas antardesa dan kebutuhan sehari-hari warga setempat. Akses yang pulih juga memudahkan masyarakat menuju pusat pelayanan serta menggerakkan kembali kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Menteri PU Dody Hanggodo menyebut pemulihan konektivitas menjadi prioritas penanganan infrastruktur terdampak gempa di Pulau Palue, Sikka, NTT. Menurutnya, jalan dan jembatan berperan penting menjaga mobilitas warga sekaligus memperlancar distribusi logistik menuju seluruh wilayah terdampak gempa.
"Kementerian PU terus berusaha agar akses jalan kembali fungsional secepat mungkin setelah bencana melanda Pulau Palue. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat serta distribusi logistik bagi warga di seluruh wilayah terdampak," ucapnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Percepatan penanganan dilakukan dengan mengerahkan peralatan dari Pulau Flores menuju Pulau Palue melalui Pelabuhan Maumere secara bertahap. BPJN NTT memobilisasi dua unit excavator dan satu kendaraan pikap L300 untuk mempercepat pembukaan akses jalan bagi warga.
Peralatan tersebut digunakan membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan di sejumlah titik pascagempa Pulau Palue di lokasi. Langkah itu dilakukan agar konektivitas warga segera pulih dan aktivitas masyarakat dapat berjalan kembali lagi secara lebih lancar.
Terbukanya akses jalan di Pulau Palue diharapkan mempermudah mobilisasi bantuan kemanusiaan menuju masyarakat terdampak gempa di wilayah tersebut. "Kelancaran akses darat juga membantu distribusi kebutuhan dasar sekaligus mendukung aktivitas warga selama proses pemulihan dan penanganan," katanya.
Pulau Palue berada di sebelah utara Pulau Flores dan secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Sikka, NTT. Wilayah seluas sekitar 41 kilometer persegi tersebut memiliki delapan desa yang berada di kawasan Pulau Palue saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....