Hadapi Kekeringan dan Karhutla di Kalbar, Kementerian PU Kerahkan Air

  • 22 Agt 2026 12:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU mengerahkan sarana pendukung menghadapi kekeringan dan potensi karhutla di Kalimantan Barat
  • Pengerahan sarana dilakukan untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau 2026
  • Kementerian PU memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan dan potensi karhutla di Kalimantan Barat

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan sarana pendukung menghadapi kekeringan dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan karhutla terus diperkuat selama musim kemarau 2026. Ia menyebut penguatan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor serta penyediaan infrastruktur pendukung sesuai kebutuhan lapangan.

“Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Seperti untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Saat ini, pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menetapkan status darurat bencana karhutla. Kementerian PU kemudian menyalurkan pompa serta mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak kekurangan air.

Bantuan tersebut menjangkau sejumlah wilayah di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Sanggau. Kementerian PU juga menerjunkan personel ke Ketapang dan Kubu Raya untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I M. Tahid mengatakan, koordinasi dilakukan bersama BPBD dan pemerintah daerah setempat. Koordinasi tersebut, lanjut dia, dilakukan sejak kondisi kekeringan mulai menunjukkan dampak serius di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

“Upaya kita di lapangan ikut membantu dalam hal pompa-pompa, kemudian beberapa BBM. Kami juga turun ke lapangan langsung untuk melihat kondisi seperti di Ketapang dan Kubu Raya untuk melakukan identifikasi,” ujarnya.

Menurutnya, musim kemarau panjang akibat El Nino meningkatkan risiko kebakaran di wilayah Kalimantan. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi perhatian karena wilayah pesisir Kalimantan Barat banyak memiliki lahan gambut yang sulit ditangani.

BWS Kalimantan I juga melakukan langkah pencegahan dengan mengidentifikasi titik sumber air yang dapat dimanfaatkan. Langkah tersebut dilakukan sebagai kesiapsiagaan apabila kebakaran terjadi di wilayah yang membutuhkan penanganan.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalbar Mohd. Yoza Habibie mengatakan, bantuan air bersih telah disalurkan ke sejumlah daerah. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, Pontianak, Singkawang, dan Sanggau.

“Kami lebih ke penanganan kekeringan ada di beberapa kabupaten, unit kita sudah bergerak ke sana dan ada yang sudah kembali. Kita men-supply air bersih dari PDAM-PDAM terdekat, lalu dibawa ke kabupaten/kota,” kata Yoza.

Hingga kini, berbagai peralatan pendukung telah dikerahkan BWS Kalimantan I dan BPBPK Kalimantan Barat. Peralatan tersebut mencakup pompa pemadam, pompa alkon, genset, peralatan geolistrik, serta toren air.

Kementerian PU juga menyiapkan hidran umum, pondasi hidran, WC portable, septic tank, dan perahu karet. Dukungan mobilisasi diperkuat dengan pengerahan excavator long arm dan excavator standar.

Distribusi air juga diperkuat oleh lima truk air bersih berkapasitas 4.000 liter dan sejumlah peralatan pendukung lainnya. Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan mobil pompa, mobile pump truck, serta truk vacuum tinja.

Pengerahan sarana tersebut menjadi bagian upaya menjaga ketersediaan air masyarakat selama musim kemarau. Langkah ini sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....