Seluruh SPBU di Pulau Flores NTT Kembali Beroperasi Pascagempa

  • 22 Agt 2026 05:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pertamina mengerahkan armada tambahan untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia di wilayah terdampak gempa.
  • Seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Flores, NTT telah kembali beroperasi setelah sempat terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.
  • PT Pertamina Patra Niaga memastikan sebanyak 56 SPBU yang tersebar di delapan kabupaten di Pulau Flores kini telah melayani kebutuhan energi masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Flores, NTT telah beroperasi setelah gempa15 Agustus 2026. PT Pertamina Patra Niaga memastikan 56 SPBU yang tersebar di delapan kabupaten di Pulau Flores telah melayani masyarakat.

Wakil Presiden bidang Komunikasi Perusahaan (VP Corporate Communication) Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan hal itu kemarin. Kitty mengatakan pemulihan operasional SPBU dilakukan secara bertahap melalui perbaikan fasilitas, pembukaan akses distribusi, dan skema alih suplai.

"Seluruh SPBU di Pulau Flores saat ini sudah kembali beroperasi. Ini merupakan hasil dari kerja cepat dan kolaboratif seluruh tim," kata Kitty Jumat 21 Agustus 2026.

Lokasi 56 SPBU tersebut tersebar di seluruh kabupaten di Pulau Flores yaitu:

1. Kabupaten Ngada, 6 unit.

2. Manggarai, 8 unit.

3. Manggarai Timur, 6 unit.

4. Manggarai Barat, 8 unit.

5. Sikka, 12 unit.

6. Flores Timur, 7 unit.

7. Ende, 5 unit

8. Nagekeo, 4 unit.

Kitty menegaskan saat ini tidak ada lagi SPBU di Pulau Flores yang berstatus belum beroperasi. Selain pemulihan SPBU, kondisi kelistrikan di sejumlah fasilitas juga telah kembali normal.

Dengan demikian, sebagian besar SPBU tidak lagi membutuhkan genset untuk menopang kegiatan operasional. Pemulihan tersebut juga dibarengi dengan percepatan normalisasi jalur distribusi bahan bakar minyak (BBM).

Pertamina mengerahkan armada tambahan. Guna memastikan pasokan energi tetap tersedia di wilayah terdampak gempa.

"Sebanyak 33 unit mobil tangki diperbantukan ke sejumlah titik terdampak. Dukungan awak mobil tangki juga dikerahkan dari berbagai wilayah untuk memastikan kegiatan distribusi dapat terus berjalan," kata Kitty.

Pertamina juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta konsumen industri. Koordinasi dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi bagi penanganan bencana maupun aktivitas masyarakat tetap terpenuhi.

Menurut Kitty, pemulihan layanan energi tidak berhenti pada kembali beroperasinya SPBU. Rantai pasok BBM di belakangnya juga harus dipastikan tetap berjalan agar ketersediaan energi di wilayah terdampak terjaga.

"Kami akan terus menjaga ketersediaan stok, memperkuat distribusi, dan menyesuaikan pola suplai dengan kondisi lapangan. Langkah ini agar seluruh aktivitas energi di wilayah terdampak benar-benar kembali normal," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....