UKWR Diharapkan Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Wartawan RRI

  • 19 Agt 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • LPP RRI menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan Radio (UKWR) Angkatan 54 di Jakarta pada Rabu, 19 Agustus 2026.
  • Kegiatan ini diselenggarakan oleh Korwilnus XIII Jakarta bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) RRI.
  • Program UKWR merupakan bagian dari upaya LPP RRI untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan radio dalam menghadapi disrupsi media.

RRI.CO.ID, Jakarta - LPP RRI menggelar Uji Kompetensi Wartawan Radio (UKWR) Angkatan 54 di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan Korwilnus XIII Jakarta bersama Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) RRI.

UKWR berlangsung di Auditorium M. Jusuf Ronodipuro RRI Jakarta pada 19-20 Agustus 2026. Sebanyak 71 peserta mengikuti ujian untuk jenjang wartawan Muda, Madya, hingga Utama.

Kepala Pusbangkom RRI, Ade Rosadi, mengatakan UKWR bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif wartawan. Menurutnya, kompetensi wartawan juga mencakup profesionalisme, empati, dan pengetahuan teknis jurnalistik.

"UKWR berupaya memastikan bahwa setiap wartawan RRI memiliki profesionalisme, empati, dan know-how yang memadai. Profesionalisme berarti bekerja berdasarkan kode etik, disiplin terhadap fakta, independen, dan bertanggung jawab kepada publik," ujar Ade dalam sambutannya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Ade menekankan bahwa kualitas RRI pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kecepatan penyampaian berita, melainkan oleh 'public trust'. Ade berharap UKWR tidak berhenti sekadar pada sertifikat dan hasil penilaian semata, melainkan benar-benar diterapkan dalam pekerjaan jurnalistik.

"Semoga UKWR tidak berhenti pada sertifikat dan hasil penilaian. Tetapi benar-benar tercermin dalam sikap, kompetensi, dan karya jurnalistik insan RRI di lapangan," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI Hendrasmo mengungkapkan bahwa media konvensional menghadapi tantangan yang semakin berat. Hal ini dikarenakan adanya pergeseran perilaku audiens hingga persaingan dengan platform digital yang semakin ketat.

"Audience telah berpindah dari media mainstream ke platform digital, dan perpindahan algoritma ini tentunya menjadi sebuah persaingan. Kita harus bersaing memperebutkan audience, karena apa artinya RRI kalau tidak memiliki dampak," katanya dalam kesempatan yang sama.

Hendrasmo menilai perubahan lanskap media membuat RRI harus tetap terpercaya, relevan, dan berdampak bagi masyarakat. Ia juga menyoroti krisis kepercayaan publik terhadap media saat ini sehingga RRI perlu memperkuat fungsi verifikasi informasi. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....