Keamanan Siber PLN Batam Meningkat ke Rating A, Diklaim Tertinggi di Indonesia
- 18 Agt 2026 14:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT PLN Batam berhasil meningkatkan tingkat keamanan sibernya hingga meraih Rating A dengan tingkat risiko sangat rendah berdasarkan penilaian CyberRank.
- Pencapaian tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat perlindungan terhadap infrastruktur digital, sistem informasi, dan data dari berbagai potensi ancaman siber.
- Pencapaian Rating A diharapkan menjadi fondasi bagi PLN Batam untuk terus memperkuat ketahanan siber perusahaan.
RRI.CO.ID, Batam - PT PLN Batam berhasil meningkatkan tingkat keamanan sibernya hingga meraih Rating A dengan tingkat risiko sangat rendah berdasarkan penilaian CyberRank. Pencapaian tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat perlindungan terhadap infrastruktur digital, sistem informasi, dan data dari berbagai potensi ancaman siber.
Pencipta CyberRank, Michal Everis, mengatakan hasil pemantauan dan penilaian CyberRank menunjukkan tingkat keamanan siber PLN Batam saat ini menjadi salah satu yang terbaik. Bahkan, diklaim tertinggi di Indonesia.
“PLN Batam telah berhasil mencapai Rating A dalam penilaian CyberRank. Berdasarkan data pemantauan kami, pencapaian ini menempatkan PLN Batam sebagai institusi dengan tingkat keamanan siber tertinggi di Indonesia saat ini,” ujar Michal dalam keteragannya, Selasa 18 Agustus 2026.
Peningkatan kasus serangan siber dan kebocoran data yang menimpa sejumlah perusahaan, termasuk BUMN, dinilai dapat menimbulkan risiko finansial, operasional, hukum, hingga reputasi.
Kebocoran data juga berpotensi membuka akses terhadap serangan lanjutan, seperti ransomware, pencurian identitas, pengambilalihan akun, hingga penyalahgunaan informasi sensitif.
Karena itu, asesmen berkala dan pemantauan harian terhadap kerentanan sistem teknologi informasi semakin dibutuhkan. Pengamanan tidak lagi cukup mengandalkan pemeriksaan sesekali karena konfigurasi sistem, aset digital, metode serangan, dan tingkat kerentanan dapat berubah setiap hari.
CyberRank membantu organisasi menghadapi risiko tersebut melalui pemantauan berkelanjutan terhadap eksposur keamanan digital yang dapat terlihat dari luar jaringan perusahaan. Sistem tersebut mengidentifikasi aset digital dan domain yang terhubung, kelemahan konfigurasi, kerentanan keamanan, potensi kebocoran kredensial, risiko perlindungan data pribadi, serta paparan risiko yang berasal dari vendor atau pihak ketiga.
Setiap temuan kemudian dianalisis berdasarkan tingkat keparahan dan potensi dampaknya. Hasil analisis diterjemahkan menjadi skor, rating, serta rekomendasi perbaikan yang dapat ditindaklanjuti.
Dengan mekanisme tersebut, manajemen dapat mengetahui posisi risiko keamanan perusahaan secara terukur. Sementara tim teknologi informasi memperoleh daftar prioritas mengenai kerentanan yang perlu segera ditangani.
Didi Apriadi selaku Komisaris PLN Batam mengatakan, peningkatan rating keamanan siber PLN Batam dicapai setelah tim teknologi informasi mengimplementasikan CyberRank. Ini sebagai sistem pemantauan keamanan siber secara harian.
“CyberRank memonitor kondisi keamanan digital PLN Batam setiap hari dan memberikan rekomendasi berdasarkan risiko maupun kerentanan yang teridentifikasi. Rekomendasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dan diterapkan secara konsisten oleh tim IT internal PLN Batam,” ujar Didi.
Didi mengatakan, sebelum mengimplementasikan platform tersebut, PLN Batam telah melakukan evaluasi terhadap fitur, cakupan penilaian. Serta efisiensi biaya yang ditawarkan.
“Berdasarkan evaluasi kami, CyberRank memiliki fitur yang lebih lengkap dibandingkan sejumlah kompetitor dengan biaya yang jauh lebih terjangkau. Salah satu keunggulan pentingnya adalah kemampuan memberikan penilaian kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi atau UU PDP, yang tidak kami temukan pada platform kompetitor lainnya,” katanya.
Menurut Didi, kemampuan menilai aspek keamanan siber sekaligus kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data memberikan manfaat strategis bagi perusahaan. CyberRank tidak hanya membantu tim teknis mengidentifikasi dan memperbaiki kerentanan, tetapi juga membantu manajemen memahami risiko kepatuhan serta potensi konsekuensi dari pengelolaan data pribadi yang belum memadai.
Ia menambahkan, pencapaian Rating A merupakan hasil kolaborasi antara sistem pemantauan berkelanjutan dan kesiapan tim internal dalam melakukan perbaikan. Setiap temuan tidak hanya dicatat, tetapi juga dianalisis, diprioritaskan, dan ditangani berdasarkan tingkat risikonya.
Setelah perbaikan dilakukan, CyberRank kembali melakukan pemantauan untuk memastikan kerentanan telah ditutup sekaligus melihat dampaknya terhadap tingkat risiko dan rating perusahaan. Siklus pemantauan, rekomendasi, perbaikan, dan verifikasi tersebut memungkinkan peningkatan keamanan dilakukan secara berkelanjutan dan diukur dari waktu ke waktu.
Michal menilai keberhasilan PLN Batam menunjukkan bahwa peningkatan keamanan siber tidak cukup hanya dengan membeli perangkat atau aplikasi keamanan. Menurutnya, organisasi membutuhkan visibilitas risiko secara menyeluruh, pemantauan yang konsisten, rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti, serta komitmen tim internal untuk segera melakukan perbaikan.
“CyberRank memberikan visibilitas dan rekomendasi, tetapi keberhasilan akhirnya sangat bergantung pada komitmen organisasi. Tim IT PLN Batam menunjukkan respons yang cepat dan disiplin dalam menjalankan rekomendasi tersebut sehingga peningkatannya dapat terlihat dan diukur secara nyata,” katanya.
Pencapaian Rating A diharapkan menjadi fondasi bagi PLN Batam untuk terus memperkuat ketahanan siber perusahaan. Hal itu dinilai penting karena keandalan layanan kelistrikan semakin bergantung pada sistem digital dan konektivitas jaringan.
PLN Batam berkomitmen mempertahankan pencapaian tersebut melalui pemantauan berkelanjutan, penguatan tata kelola keamanan informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Serta penerapan langkah mitigasi terhadap ancaman siber yang terus berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....