Literasi Digital jadi Materi MPLS di SMP Hang Tuah 4

  • 17 Jul 2026 07:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • SMP Hang Tuah 4 Ciangsana menjadikan literasi digital sebagai salah satu materi utama dalam MPLS untuk membekali siswa menggunakan teknologi secara bijak.
  • Materi literasi digital mencakup keamanan digital, kemampuan memilah informasi, serta dampak negatif penggunaan gawai terhadap kesehatan dan interaksi sosial.
  • Sekolah menerapkan pembatasan penggunaan gawai selama jam pelajaran dan mengajak orang tua bekerja sama mengawasi penggunaan teknologi di rumah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Hang Tuah 4 Ciangsana Kabupaten Bogor berlangsung sejak Rabu pekan ini. Seluruh rangkaian diisi berbagai materi untuk membekali siswa baru memasuki jenjang SMP.

Kegiatan MPLS melibatkan guru bersama pengurus OSIS dalam setiap sesi pembelajaran. Materi difokuskan membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan dan budaya sekolah.

Salah satu materi utama tahun ini adalah literasi digital bagi seluruh peserta didik baru. Sekolah menilai kemampuan menggunakan teknologi secara bijak menjadi kebutuhan penting bagi pelajar.

Guru SMP Hang Tuah 4 Ciangsana, Lambok Ambarita, mengatakan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan edukasi yang tepat. "Kami harus membekali pelajar agar cakap menggunakan teknologi digital secara bijak dan efektif," ujar Lambok, Kamis, 16 Juli 2026.

Materi yang diberikan mencakup manfaat teknologi, keamanan digital, hingga kemampuan memilah informasi. Siswa juga dikenalkan dampak negatif penggunaan gawai yang berlebihan terhadap kesehatan dan pergaulan.

"Kami juga menjelaskan dampak negatif jika teknologi disalahgunakan, termasuk terhadap kesehatan fisik dan mental anak," katanya. Menurutnya, penggunaan gawai berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial dan hubungan dengan keluarga.

Sebagai bentuk penerapan, sekolah telah memberlakukan pembatasan penggunaan gawai selama jam pelajaran. Seluruh telepon seluler dikumpulkan sebelum belajar dan dikembalikan saat jam sekolah berakhir.

Ketua kelas, menurut Lambok, bertugas mengumpulkan seluruh gawai ke dalam kotak penyimpanan yang disediakan sekolah. Gawai kemudian disimpan di kantor guru hingga bel pulang berbunyi.

Sekolah juga menerapkan sanksi bagi siswa yang melanggar aturan penggunaan gawai. Orang tua akan dipanggil apabila pelanggaran dilakukan sesuai ketentuan tata tertib sekolah.

Lambok menegaskan materi literasi digital telah menjadi bagian dari MPLS selama dua tahun terakhir. Program itu terus dipertahankan karena dinilai relevan dengan tantangan perkembangan teknologi.

Sekolah berharap orang tua turut mengawasi penggunaan gawai di rumah secara konsisten. "Guru hanya mengawasi beberapa jam, sehingga kerja sama dengan orang tua sangat diharapkan," ujar Lambok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....