Sekolah Rakyat Sragen Hadirkan Harapan Pendidikan bagi Keluarga Kurang Mampu
- 15 Jul 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sragen memulai MPLS bagi 250 siswa dari keluarga kurang mampu
- Siswa dan orang tua mengapresiasi fasilitas Sekolah Rakyat yang dinilai membantu mewujudkan cita-cita melalui pendidikan gratis
- Kementerian PU memastikan pembangunan Sekolah Rakyat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sragen mulai melaksanakan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 pada Selasa, 14 Juli 2026. Hari pertama sekolah tersebut membuka harapan baru bagi ratusan siswa dari keluarga kurang mampu untuk meraih cita-cita melalui pendidikan.
Salah seorang siswa baru, Ade Bryan Juniano, mengaku kagum melihat bangunan serta fasilitas Sekolah Rakyat Sragen. Anak buruh asal Kecamatan Sukodono itu berharap dapat mewujudkan cita-citanya menjadi seorang prajurit TNI.
"Untuk fasilitas dan bangunan-bangunan Sekolah Rakyat sangat megah sekali dan saya sangat-sangat takjub melihatnya. Fasilitasnya juga sangat mencukupi," ujar Ade dalam keterangan tertulis yang dikutip, Rabu, 15 Juli 2026.
Cerita serupa disampaikan Taufik Widodo, orang tua siswa asal Kecamatan Kalijambe yang bekerja sebagai buruh serabutan. Ia mengaku sempat kesulitan membiayai pendidikan anaknya hingga jenjang sekolah menengah atas.
"Program Sekolah Rakyat ini saya kira bagus, terutama bagi kami rakyat kecil yang terbentur oleh biaya. Ini sangat membantu sekali," kata Taufik.
Sementara itu, Kepala Sekolah SRT 1 Sragen Giyatno mengatakan seluruh persiapan pelaksanaan MPLS telah selesai sesuai rencana. Sebanyak 250 siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung mulai 14 hingga 31 Juli 2026.
Menurut Giyatno, seluruh ruang kelas, asrama, aula, tempat ibadah, serta fasilitas pendukung lainnya telah siap digunakan. Peserta MPLS terdiri atas 10 siswa sekolah dasar, 120 siswa sekolah menengah pertama, dan 120 siswa sekolah menengah atas.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, pemerintah berkomitmen menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat.
"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas," ujar Menteri Dody.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Sragen dibangun di atas lahan seluas 5,9 hektare dengan progres hampir mencapai 100 persen. Kawasan tersebut dilengkapi gedung sekolah, asrama, rumah susun guru, fasilitas olahraga, kantin, serta gedung serbaguna yang terintegrasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....