MPLS di SDN Jatirangga 1 Utamakan Sekolah Ramah dan Anti-Bullying

  • 15 Jul 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • SDN Jatirangga 1 mengutamakan lingkungan belajar yang ramah, aman, dan bebas perundungan selama pelaksanaan MPLS 2026.
  • MPLS dikemas melalui permainan edukatif, pengenalan budaya Indonesia, dan kegiatan luar ruang agar siswa baru beradaptasi dengan menyenangkan.
  • Kepala SDN Jatirangga 1, Elia Tarni, menegaskan pencegahan perundungan menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, guru, dan orang tua.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Jatirangga 1 kota Bekasi mengusung konsep sekolah ramah, aman, dan nyaman. Program tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Bekasi yang menekankan MPLS bebas perundungan.

MPLS berlangsung selama lima hari dengan kegiatan edukatif yang membantu siswa beradaptasi di lingkungan baru. Sebanyak 74 siswa baru dikenalkan tata tertib, budaya sekolah, fasilitas belajar, serta pentingnya saling menghormati.

Kepala SDN Jatirangga 1, Elia Tarni, mengatakan tema MPLS tahun ini lebih spesifik dibanding sebelumnya. "Sekarang temanya difokuskan pada rasa aman dan nyaman agar anak senang ke sekolah," ujarnya, saat ditemui RRI, Rabu, 15 Juli 2026.

Menurut Elia, sekolah juga membuka ruang komunikasi bagi orang tua apabila menemukan persoalan pada anak. "Kalau ada yang terjadi di luar jangkauan kami, orang tua bisa langsung bicara dengan guru atau kepala sekolah," katanya.

Pembukaan MPLS di sekolah yang berlokasi di Kecamatan Jatisampura ini mengangkat tema budaya Yogyakarta sebagai bagian pengenalan keberagaman Indonesia. Di hari pembukaan MPLS, Senin kemarin, para guru mengenakan pakaian adat Yogyakarta untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada peserta didik.

Seluruh kegiatan, menurut Elia, dikemas melalui permainan edukatif agar siswa cepat mengenal teman dan guru. Kegiatan juga diisi senam bersama serta aktivitas luar ruang bagi siswa kelas satu.

Pada hari terakhir Jumat, 17 Juli nanti, siswa akan diajak mengenal lingkungan sekitar sekolah melalui kegiatan jalan bersama. Mereka akan diperkenalkan kantor kelurahan, rumah adat, serta hak-hak dasar anak dalam administrasi kependudukan.

SDN Jatirangga 1, menurut Elia, saat ini ditunjuk sebagai Sekolah Siaga Kependudukan yang menjadi percontohan di Kecamatan Jatisampurna. Program tersebut akan disosialisasikan kepada orang tua dan sekolah lain di wilayah setempat.

Pengawasan terhadap perundungan, sebut Elia, melibatkan seluruh guru, bukan hanya bidang kesiswaan. Guru diminta aktif mengawasi siswa di dalam maupun luar kelas selama kegiatan belajar.

Elia menegaskan guru harus menjadi pembimbing yang mengingatkan tanpa menggunakan kekerasan. "Guru adalah pengingat, sehingga perundungan dapat dicegah melalui pengawasan aktif bersama orang tua," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....