Jembatan Enang-Enang Hanya Dibuka untuk Motor dan Kendaraan Ringan
- 11 Jul 2026 19:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, tidak ditutup.
- Pemerintah tengah melakukan penguatan struktur bawah jembatan agar tetap aman digunakan secara terbatas sambil menyiapkan penanganan permanen.
- Selama proses penguatan berlangsung, Jembatan Enang-Enang hanya dibuka untuk kendaraan roda dua dan kendaraan ringan penumpang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, tetap dapat digunakan secara terbatas selama proses penguatan struktur berlangsung. Selama pekerjaan penguatan dilakukan, jembatan hanya dibuka untuk kendaraan roda dua dan kendaraan ringan penumpang.
Sementara itu, kendaraan angkutan barang serta kendaraan bertonase besar masih dilarang melintas. Guna mengurangi beban pada struktur jembatan yang sedang diperkuat.
Pembatasan tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Sekaligus memberikan ruang bagi proses penguatan struktur bawah jembatan.
Pemerintah menegaskan kebijakan ini bersifat sementara hingga penanganan permanen selesai dan kondisi jembatan dinyatakan aman untuk dilalui seluruh jenis kendaraan. Kementerian PU sebelumnya menegaskan Jembatan Enang-Enang tidak ditutup total, melainkan tetap difungsikan secara terbatas agar mobilitas masyarakat tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Penguatan struktur dilakukan setelah hasil pemeriksaan teknis menunjukkan adanya kemiringan pada pondasi jembatan dari arah Bireuen menuju Bener Meriah.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan hasil pemeriksaan teknis menunjukkan pondasi jembatan dari arah Bireuen menuju Bener Meriah mengalami kemiringan akibat gerusan aliran sungai. Karena itu, pemerintah memasang penyangga sementara dan segera memperkuat struktur bawah jembatan.
"Saya sudah berbicara dengan Kepala Balai dan Direktur Jembatan, perkuatan di bawah jembatan akan kita buat lebih kuat lagi. Yang ada sekarang sifatnya masih sementara, nanti PT PP akan mengerjakan perkuatan itu dengan penanganan yang lebih baik," kata Dody di Jakarta, Sabtu 11 Juli 2026.
Menurut Dody, penguatan struktur bukan berarti akses jembatan ditutup. Selama hasil pemantauan teknis menyatakan kondisi masih aman, masyarakat tetap dapat melintasi jembatan dengan pembatasan jenis kendaraan untuk menjaga keselamatan.
Pekerjaan penguatan struktur bawah dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama Direktorat Pembangunan Jembatan dengan pelaksana konstruksi PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. "Penanganan tersebut bertujuan meningkatkan stabilitas pondasi sehingga jembatan tetap aman digunakan selama masa transisi menuju penanganan permanen," ujarnya.
Untuk mengantisipasi risiko, Dody menginstruksikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama BPJN Aceh melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi jembatan. Terutama saat hujan deras yang berpotensi memperparah gerusan di sekitar pondasi.
"Saya minta PPK melakukan kontrol rutin, kalau sewaktu-waktu dinilai membahayakan masyarakat, penggunaan jembatan harus dihentikan sementara sampai kondisi kembali aman. Perbaikan akan terus dilakukan dari bawah sehingga masyarakat tetap bisa melintas dengan aman selama memungkinkan," katanya.
Sebagai langkah jangka menengah, Kementerian PU juga mempercepat peningkatan konektivitas melalui pelebaran Jalan Werlah dan pembangunan dua jembatan baru di jalur alternatif. Selain itu, pemerintah menyiapkan pembangunan jembatan shortcut di kawasan Enang-Enang yang nantinya mampu dilalui kendaraan logistik dengan muatan hingga sekitar 30 ton.
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat. Sekaligus mendukung distribusi barang secara lebih aman dan efisien.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....