PAM Jaya Layangkan SP ke PT Moya Buntut Pekerja Meninggal di Proyek Cipayung

  • 11 Jul 2026 18:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT PAM Jaya (Perseroda) akan melayangkan surat peringatan (SP) kepada mitranya, PT Moya Indonesia.
  • Tiga pekerja subkontraktor meninggal dunia saat mengerjakan proyek di gorong-gorong kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
  • Pras meminta PT Moya Indonesia bertanggung jawab penuh terhadap para korban beserta keluarganya.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT PAM Jaya (Perseroda) akan melayangkan surat peringatan (SP) kepada mitranya, PT Moya Indonesia. Hal ini menyusul insiden yang meninggalnya tiga pekerja subkontraktor saat mengerjakan proyek di gorong-gorong kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Komisaris Utama (Komut) PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi, menyampaikan pihaknya turut berduka atas peristiwa tersebut. "Kami sangat-sangat berduka dan berempati atas korban meninggal dunia yang terjadi saat pekerjaan konstruksi," kata Prasetyo Edi dalam keterangan tertulis, Sabtu 11 Juli 2026.

Pras, panggilan akrabnya, meminta PT Moya Indonesia bertanggung jawab penuh terhadap para korban beserta keluarganya. Ia menegaskan, PAM Jaya telah meminta PT Moya Indonesia menyelesaikan seluruh tanggung jawabnya sesuai aspek kemanusiaan dan ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami telah meminta PT Moya bertanggung jawab penuh menyelesaikannya dengan baik sesuai kemanusiaan dan hukum," ujarnya. Selain itu, PAM Jaya juga meminta PT Moya Indonesia melakukan investigasi bersama pihak-pihak terkait untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Tak hanya menunggu hasil penyelidikan, PAM Jaya memastikan akan mengambil langkah tegas berdasarkan perjanjian kerja sama dengan mitranya itu.

"PAM Jaya akan memberikan surat peringatan (SP) kepada PT Moya Indonesia, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali," kata mantan Ketua DPRD DKI Jakarta dua periode itu.

Sementara itu, PT Moya Indonesia menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Perusahaan menjelaskan proyek yang sedang dikerjakan merupakan pembangunan infrastruktur jaringan distribusi air bersih. Guna mendukung peningkatan layanan air minum bagi masyarakat Jakarta.

"Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap pelaksanaan proyek. Moya akan terus memperkuat penerapan standar keselamatan kerja serta memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku," tulis PT Moya Indonesia dalam pernyataan resminya.

Diketahui, insiden maut itu terjadi pada Kamis (9/7/2026). Petugas pemadam kebakaran menerima laporan permintaan evakuasi sekitar pukul 09.49 WIB.

Setelah proses penyelamatan berlangsung hampir dua jam, ketiga korban berhasil dievakuasi pada pukul 11.55 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa salah satu korban merupakan warga negara asing (WNA).

Ia juga memastikan ketiga korban merupakan pekerja subkontraktor atau pihak ketiga yang tengah mengerjakan proyek milik PAM Jaya.

"Saya sudah mendapatkan laporan dari Dirut PAM Jaya, memang betul ada tiga orang," kata Pramono di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....