PU Tuntaskan Pengerukan Muara Batang Kuranji untuk Kendalikan Banjir Kota Padang

  • 04 Jul 2026 10:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU menuntaskan pengerukan Muara Batang Kuranji sepanjang 550 meter untuk memperkuat pengendalian banjir di Kota Padang
  • Pengerukan bertujuan memperlancar aliran sungai, menjaga fungsi irigasi, dan mencegah aliran balik saat pasang laut
  • Pemerintah mempercepat penanganan muara terdampak bencana melalui pembentukan Satuan Tugas Kuala

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan pengerukan Muara Batang Kuranji di Kota Padang, Sumatra Barat. Pengerukan tersebut dilakukan untuk memperkuat pengendalian banjir sekaligus memulihkan fungsi sungai pascabencana.

Pengerukan sepanjang sekitar 550 meter itu telah rampung sepenuhnya melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) V Padang. Pekerjaan tersebut bertujuan memperlancar aliran sungai menuju laut saat debit air meningkat akibat hujan deras.

Selain itu, pengerukan dilakukan untuk menjaga fungsi pintu air irigasi bagi kebutuhan masyarakat sekitar. Upaya tersebut juga bertujuan mencegah backwater atau aliran balik air ketika terjadi pasang laut.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan sungai pascabencana harus dimulai dari bagian muara. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan aliran air mengalir lancar dari hulu hingga hilir serta meminimalkan risiko genangan.

"Perbaikan jalan akan sia-sia jika drainase tersumbat dan muara mengalami pendangkalan yang memicu banjir rob atau genangan saat hujan. Kalau muaranya terbuka lebar dan air mengalir deras, sedimen akan terbuang ke laut sehingga kapasitas aliran tetap terjaga," kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 Juli 2026.

Pengerukan Muara Batang Kuranji ini dikerjakan secara swakelola menggunakan dana operasi dan pemeliharaan tahun 2026. Kementerian PU mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,7 miliar untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Hingga Juni 2026, sebanyak tujuh dari 38 muara terdampak pascabencana di Sumatra telah selesai ditangani. Sementara itu, empat muara lainnya masih dalam proses penanganan dengan target selesai Oktober 2027.

Pemerintah juga telah merumuskan strategi percepatan penanganan muara melalui pembentukan Satuan Tugas Kuala. Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, khususnya di Pulau Sumatra.

Melalui pengerukan muara, kapasitas aliran sungai kini meningkat sehingga air dapat mengalir lebih lancar menuju laut. Upaya tersebut diharapkan memperkuat pengendalian banjir dan melindungi masyarakat dari risiko genangan di Kota Padang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....