Awal Mula Tradisi Salam Tempel Saat Lebaran
- 03 Apr 2024 10:19 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Perayaan Hari Raya Idul Fitri atau lebaran sangat dinantikan setelah sebulan melaksanakan ibadah puasa. Bagi anak-anak momen lebaran juga menjadi saat yang dinantikan karena akan mendapatkan pemberian istimewa seperti baju baru, sepatu baru hingga uang baru.
Bagikan uang baru saat perayaan idul fitri sudah menjadi salah satu tradisi yang dilakukan oleh orang Indonesia. Bahkan, mereka bukan hanya membagikan uang ke saudara melainkan juga kepada siapa saja yang datang untuk bertamu ke rumahnya. Lalu, bagaimana sejarah pemberian uang saat Idul Fitri ?
Dilansir dari berbagai sumber, Pemberian uang kepada anak-anak dan kerabat pada hari-hari besar seperti Idul Fitri tidak lepas dari pengaruh budaya Arab dan Tionghoa. Pengaruh tersebut, menurut Didi Purnomo selaku dosen Ilmu Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang, menghasilkan akulturasi di berbagai wilayah Indonesia.
Tapi jauh sebelum sekarang, tradisi salam tempel ini sebenarnya dipopulerkan oleh Khalifah Dinasti Fatimiyah di Afrika Utara saat abad pertengahan. Saat itu, dalam sejarah diketahui ada tradisi membagikan uang, pakaian, atau pernak-pernik kepada anak-anak saat hari pertama Idul Fitri. Tradisi menguat saat era Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman), salam tempel berubah menjadi bagi-bagi uang tunai.
Di Indonesia, budaya bagi-bagi THR kepada anak-anak ini terus terjadi dan berkelanjutan sampai sekarang. Pengaruh tradisi ini juga dibawa oleh imigran dari Asia ke Indonesia melalui jalur dagang dan agama.
Saat ini kisaran uang yang didapatkan juga berbeda, mulai dari uang kertas Rp 2.000 an hingga ratusan ribu. Biasanya uang baru ini akan dimasukkan ke dalam amplop karakter dengan warna-warni yang cantik dan unik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....