Wadhwani Foundation Inisiasi Pendidikan Gratis untuk Lulusan Siap Kerja
- 06 Des 2024 13:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Wadhwani Foundation (WF) mendukung program pemerintah Indonesia untuk membangun Ekonomi Indonesia Emas 2045. Diketahui, pemerintah menargetkan 3 juta penduduk mendapatkan pekerjaan pada 2030.
Presiden dan Direktur Utama WF Ajay Kela membeberkan, sejumlah program unggulan WF yang berdampak pada jutaan orang di dari 15 negara. Baik di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.
“Kami, terus mengembangkan inisiatif-inisiatif pengembangan kemampuan calon tenaga kerja dan tenaga kerja (upskilling). Sekaligus penguatan ekosistem wirausaha guna mewujudkan kemandirian ekonomi dan mendorong kemajuan negara," kata Ajay dalam temu media, di Perpustakaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Kamis (5/12/2024).
"Program unggulan ini yaitu Wadhwani Foundation melalui Wadhwani Skilling Network (WSN) dan Wadhwani Entrepreneurship Network (WEN). Program ini dilakukan sejak didirikan pada 2001," ujarnya.
Ia mengatakan, program upskilling WF, yakni JobRise dan JobReady. Program ini berfokus pada pengembangan soft skill yang dirancang menyesuaikan kebutuhan pengguna dan keragaman sektor pekerjaan.
WF telah mengembangkan platform berbasis AI (artificial intelligence). Di mana menghadirkan materi-materi pelatihan yang menarik dan terpersonalisasi.
Teknologi GenAI untuk platform-platform WF dalam bahasa Indonesia telah dikembangkan. Dipadukan dengan pendampingan langsung bersama fasilitator untuk menyelenggarakan simulasi dan kolaborasi secara tatap muka.
Vice President dan Country Director Wadhwani Foundation Indonesia Daniel Tumiwa membeberkan sejumlah dampak positif. Utamanya oleh sejumlah institusi pendidikan di Indonesia dari program-program WF.
Ia mengatakan, saat ini WFI telah menjalin kerja sama dengan 76 universitas di seluruh Indonesia. Di mana dengan total jumlah peserta 32.758 orang.
“Keselarasan antara misi Wadhwani Foundation dan Wadhwani Foundation Indonesia dengan Asta Cita yang digagas oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Ini merupakan bukti komitmen kami untuk terlibat dalam upaya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia," kata Daniel.
"Utamanya untuk mendukung perwujudan talenta berkualitas. Sekaligus ekosistem wirausaha yang tangguh,” ujarnya.
Agenda terdekat yang tengah diupayakan WFI adalah menjalin dan memperkuat kerja sama dengan lebih banyak perguruan tinggi. Di mana fokus utama mahasiswa semester akhir, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan lembaga vokasi.
"Sehingga para lulusan memiliki bekal dan peluang yang lebih banyak. Utamanya untuk mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikannya," ujarnya.
Ia mengatakan, WFI telah melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kemudian, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Informasi dan Digital, dan mendapatkan respons positif.
Inisiatif WCF juga kini mulai dijajaki di Indonesia untuk menguatkan lembaga dan perusahaan yang menyediakan layanan upskilling bagi tenaga kerja. Di mana dengan dukungan dana hibah sebesar 1–5 juta US Dollar (sekitar Rp15-75 miliar Rupiah) per institusi.
“Tentu kami berharap bisa menjalin kerja sama dengan semakin banyak lembaga pendidikan di Indonesia. Sehingga para lulusan kita semakin siap dipekerjakan dan membuktikan kemampuannya di kancah global," ujarnya.
"Dengan demikian, kami dapat membantu mempercepat proses para lulusan baru. Khususnya untuk beradaptasi di tempat kerja baru dan terus berprestasi,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....