Kontingen Banjarnegara Rajai Lomba KTI Cagar Budaya Jateng
- 20 Sep 2024 07:20 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banjarnegara: Kontingen siswa dari Kabupaten Banjarnegara merajai lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Cagar Budaya tingkat Provinsi Jawa Tengah yang merupakan ajang rutin tahunan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Pada final lomba yang diselenggarakan di Surakarta, Kamis (19/9/2024), dua siswa Banjarnegara meraih juara. Mereka adalah Bernadeta Dheswita Puspitasari dari SMAN 1 Banjarnegara yang meraih juara 1 dan Rendi Sulistian dari SMAN 1 Purwareja Klampok yang meraih Juara Pengetahuan Kecagarbudayaan.
Bernadeta membawakan KTI dengan topik website Gamiku yang yang dapat diakses melalui tautan s.id/gamiku. Gamiku merupakan akronim dari game, komik dan kuis. Website ini dibangun untuk melestarikan percandian Dieng Banjarnegara, khususnya ditujukan bagi generasi muda yang melek teknologi di satu sisi dan malas berliterasi dengan bahan-bahan literasi konvensional seperti buku.
"Kita ingin mengajak generasi muda memahami dan melestarikan cagar budaya Candi Dieng dengan aplikasi ini. Semoga aplikasi ini bermanfaat bagi pelestarian cagar budaya dan dapat diaplikasikan pada objek lainnya," harap Bernadeta.
Sementara itu, Rendi Sulistian membawakan KTI berjudul "G-Heart (Gumelem Heritage E-Tout): Pengembangan Situs Makam Girilangan dan Masjid Ki Ageng Chasan Besari Melalui Tur Virtual Berbasis Website Sebagai Upaya Pelestarian Cagar Budaya Di Desa Gumelem Banjarnegara". Lagi-lagi, KTI ini juga berbasis teknologi informatika.
Pembimbing lomba dari SMAN 1 Banjarnegara Sri Utari mengaku bangga dengan karya siswanya. Menurutnya aplikasi yang dibuat tidak sekadar menonjolkan tampilan, namun juga kaya sumber literasi.
Kepala SMAN 1 Banjarnegara Sudarto berharap prestasi dan juga aplikasi ini dapat terus dikembangkan.
"Sukur-sukur dapat dipakai untuk lebih memasyarakatkan potensi wisata sejarah Dieng," harap Sudarto.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banjarnegara mengapresiasi apa yang diraih oleh kontingen Banjarnegara dalam ajang tersebut. Menurutnya capaian tersebut merupakan titik cerah masa depan cagar budaya di Banjarnegara.
"Cagar budaya adalah milik dan warisan untuk generasi muda. Merekalah yang ke depan akan melestarikan dan memanfaatkan cagar budaya Banjarnegara. Ke depan tentu kami ingin melibatkan para Genzi seperti Dheswita dan Rendi untuk mengkaji dan melestarikan cagar budaya. Saya kenal baik ayah Dheswita adalah pensiunan guru sejarah, dan dia juga sangat bagus literasinya. Banjarnegara beruntung punya generasi muda seperti mereka," jelas guru sejarah SMAN 1 Sigaluh ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....