Warga Jakarta Kagumi Kemegahan GOR Terpadu Ayani Pontianak
- 11 Jun 2025 08:17 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Kemegahan Gedung Olahraga (GOR) Terpadu Ayani Pontianak Provinsi Kalbar menjadi salah satu daya tarik semangat dalam mengembangkan dunia olahraga. Pasalnya selain menjadi kekaguman warga lokal, juga dikagumi warga luar Kalimantan Barat (Kalbar).
Satu diantara warga Jakarta Arief mengaku takjub tatkala memasuki GOR Terpadu Ayani yang terletak di Kota Pontianak. Saat itu, Arief mendampingi atlet binaannya bertanding Bulutangkis dari Club Global Islamic School (GIS) Jakarta Timur pada event nasional Wondr by BNI Sirkuit Nasional tahun 2025.
Menjadi seorang coach atau pelatih, Arief ternyata tidak hanya memperhatikan atlet binaannya, tetapi juga memperhatikan fasilitas ataupun sarana prasarana yang ada di GOR Terpadu Ayani.
Ia bahkan memberikan nilai fantastis kehadiran GOR kebanggaan warga Kalbar ini. "Untuk gerai dari 100 per 100 cukup bagus, luas, mewah ini terbagus yang ada di Pontianak," katanya, usai mendampingi atlet bulutangkis binaannya bertanding pada Sirkuit Nasional di GOR Terpadu Ayani Pontianak, Selasa (10/6/2025) sore.
Bahkan GOR Terpadu Ayani diklaim lebih bagus dari GOR yang ada di provinsi lainnya di Indonesia. Hal itu, Arief sampaikan berdasarkan hasil pengamatan selama ia menjadi pelatih Bulutangkis mengikuti event-event nasional lainnya ke berbagai wilayah di Indonesia.
"Dari sebelum-sebelumnya untuk daerah-daerah lain, bahkan Jakarta pun masih terlihat biasa saja," katanya.
Kekagumannya itu ditambah lagi dengan luasan GOR Terpadu Ayani yang mampu menampung 5.000 sampai 6.000 penonton. "Pertama bangunannya baru dan ini luas banget, kan ini katanya bisa muat 5.000 orang, terus adem AC nya full juga," katanya.
Sebagaimana diketahui, bahwa GOR Terpadu Ayani di Pontianak dibangun bertaraf internasional. Dibangun dengan luas sekitar 4.681 meter persegi, GOR Terpadu Ayani memiliki kapasitas 5.000 hingga 6.000 penonton.
Adapun pembangunannya menelan anggaran kisaran Rp103 miliar proyek multiyear, tahap satu proyek ini dibiayai dengan anggaran senilai Rp50 miliar, sementara tahap dua yang berkisar Rp53 miliar bersumber dari APBD Provinsi Kalbar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....