Tolak Revisi UU Pilkada: Ribuan Mahasiswa Bentrok dengan Aparat
- 23 Agt 2024 18:19 WIB
- Lhokseumawe
KBRN Lhokseumawe : Menolak revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) yang akan mengangkangi konstitusi, ribuan Mahasiswa bentrok aparat ke Polisian saat menggelar aksi Unjuk rasa ke gedung DPRK Lhokseumawe.
Awalnya kedatangan ribuan mahasiswa berlangsung tenang, namun aksi Saling dorong tidak dapat dihindari ketika mereka mencoba menerobos pagar betis aparat kepolisian di depan pintu gerbang DPRK Lhokseumawe.
,”Kami minta pak Polisi buka Pintu gerbang, kami mau masuk untuk menyampaikan orasi,Kami menolak revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) yang akan mengangkangi konstitusi,” teriak seorang mahasiswa dari atas mobil komando.Jum’at 23/08/024)
Aksi ini diwarnai dengan ketegangan antara massa dan pihak kepolisian yang berjaga di pintu gerbang Kantor DPRk Lhokseumawe .
Emosi massa meningkat karena anggota DPRD tak kunjung keluar menemui mereka, hingga Tak sedikit dari massa aksi yang kemudian melempar botol air mineral sebagai bentuk kekesalan terhadap tindakan polisi.
Aksi saling dorong dan lemparan botol minuman pun sempat terjadi beberapa saat di depan pintu Gerbang DPRK, Ketegangan pun semakin meningkat ketika Mahasiswa menggunakan Mobil pik up bak terbuka terus mencoba masuk dengan menabrak pagar betis Aparat Kepolisian.
akhirnya aksi uji coba mahasiswa terhenti ketika aparat kepolisian mengambil tindakan mengusir massa mengunakan Air dari armada Water Canon yang diparkir dihalaman Gedung DPRK.

Meski sempat kewalahan dan kocar kacir saat disiram air dari Water Canon, niat mahasiswa untuk masuk langsung ke DPRK tampak tidak me'ciut, mereka terus benego agar diperbolehkan masuk untuk menyatakan orasi kepada anggota DPRK yang di klaim bersembunyi dalam Gedung.
Sementara untuk menghindari bentrokan lanjutan aparat kepolisian kembali memberi peluang negosiasi untuk meminta Anggota DPRK menemui mahasiswa.
Aksi mahasiswa tidak juga berhenti ketika tiga anggota DPRK tidak bisa menyakinkan mahasiswa,
, “ Kami akan melalukan apa yang kami bisa, teriak anggota DPRK T Sofianus yang berhasil ditawan di mobil Pik up bak terbuka bersama mahasiswa.
Hingga pukul 17 : 22 Wib, mahasiswa terus mendesak aparat kepolisian membuka pintu gerbang gedung DPRK.
Bahkan dengan mahasiswa dan tiga anggota DPRK sebagai tawanan Mereka juga kembali mencoba menerobos pagar betis aparat kepolisian yang bertahan di depan inti gerbang gedung DPRK.
Alhasil ketiga anggota DPRK tersebut ikut menjadi sandera yang dibawa naik mobil pik up terbuka oleh mahasiswa.

Tekat mahasiswa untuk masuk tidak kendor mereka kembali menabrak pagar betis aparat kepolisian menggunakan mobil pik up terbuka bermuatan tiga Anggota DPRK sebagai Sandera, yang diredam dengan semprotan air water canon aparat kepolisian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....