Daftar Calon Walikota, Wawali Teguh Prakosa Sempurnakan Program Gibran

  • 18 Mei 2024 21:19 WIB
  •  Surakarta
KBRN,Surakarta: Wakil Wali Kota (Wawali) Solo, Teguh Prakosa, mendaftar bakal calon Wali Kota Solo melalui penjaringan calon Kepala Daerah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo. Teguh mendaftar penjaringan Walikota Solo diantar pendukungnya ke sekretariat DPC PDIP di Pucangsawit, Sabtu (18/5/2024).

Saat pengembalian formulir, Teguh diantar puluhan pendukungnya dengan mengenakan pakaian adat Jawa. Bahkan Teguh dan pendukungnya datang ke Pucangsawit dengan diarak kereta kuda. Kedatangan partner Gibran Rakabuming dalam memimpin Solo itu juga diiringi kesenian reog Ponorogo.

Usai mendaftar, Teguh mengatakan tetap akan melanjutkan program yang telah dirintis Wali Kota sebelumnya, FX Hadi Rudyatmo hingga Gibran Rakabuming Raka. Teguh menyebut masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dibenahi pada era pemerintahan Gibran-Teguh.

"Kita kemarin menyelesaikan dan meneruskan program Pak FX Rudi-Purnomo. Dalam perjalanannya, ada hal-hal yang justru pada tingkatan kesejahteraan belum nampak signifikan. Secara fisik bangunan sudah merubah tatanan yang ada di Kota Solo, termasuk 17 titik," kata Teguh.

Teguh Prakosa daftar calon Wali Kota Solo di sekretariat DPC PDIP Solo, diiringi kesenian reog Ponorogo. Humas PDIP Solo

Meski pembangunan fisik lewat 17 program prioritas sudah nampak, namun kesejahteraan masyarakat dinilai Teguh belum merata. Teguh mengatakan dalam perjalanannya, dampak pembangunan harusnya pada kesejahteraan, termasuk penurunan stunting dan RTLH, yang porsinya belum signifikan.

"Maka ke depan kita komitmen dan teman-teman di legislatif juga berkomitmen, dampak pembangunan pada kesejahteraan. Kita semua mengakui kehadiran turis yang hadir di Solo dengan berbagai kegiatan belum mengangkat 100 persen pendapatan," kata dia.

Sekretaris DPC PDIP Solo itu juga menjelaskan, 17 program prioritas yang sudah terbangun memerlukan biaya perawatan yang cukup tinggi. Semua itu tidak bisa ditanggung oleh APBD Kota Solo yang hanya sebesar Rp 2,3 triliun.

Sementara itu, dana hibah dari UEA sebesar Rp 3,5 miliar, dianggap belum bisa mengatasi masalah stunting di Kota Solo.

"Yang sudah terbangun, kita harus pikirkan maintenance-nya, itu barang mahal semua. Apakah maintenance-nya di pihak ketiga-kan atau Pemkot. Kalau bicara Pemkot (ABDD) kita cuma Rp 2,3 triliun, Masjid Zayed itu dikelola UEA, 1 tahunnya Rp 30 miliar. Kalau kita lihat risiko stunting sekitar 5 ribuan, sementara bagian yang diterima dari dana UEA Rp 3,5 miliar itu hanya cukup untuk 900 anak sasaran," ujar dia.

Sedangkan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Jebres, Honda Hendarto, menjelaskan bahwa pendaftaran ini didukung oleh akar rumput partai di lima kecamatan di Kota Solo.

"Melihatnya Pak Teguh itu di samping sebagai Wali Kota Solo, di struktur partai menjabat sebagai sekretaris, gitu saja. Kita sepakat semuanya bahwa, yuk mendaftarkan Pak Teguh karena beliau sekertaris partai orang kedua di partai," kata Honda Hendarto.

Sementara itu Ketua Penjaringan Balon Kepala Daerah DPC PDIP Solo Paulus Haryoto mengatakan, Teguh merupakan pendaftaran kelima yang telah mengembalikan berkas formulir. Sebelumnya, sosok yang mendaftar yakni Ginda Ferachtriawan, Rudy Indijarto, Her Suprabu, dan Kevin Fabiano. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....