Menakar Pilgub Jabar, Ini Skenario Prediksi IPRC
- 13 Mei 2024 22:22 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Direktur Eksekutif Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) M. Indra Purmana menyebutkan, pihaknya memperkirakan partai politik akan berkoalisi pada kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2024.
Indra mengatakan, tidak ada partai politik yang bisa mengusung pasangan calonnya sendiri pada Pilgub Jabar 2024. Hal ini lantaran seluruh partai politik yang memiliki kursi di DPRD Jawa Barat berdasar hasil Pemilihan Legislatif 2024 tidak memenuhi ambang batas 20 persen.
Dengan jumlah 120 kursi DPRD Jabar, partai politik harus memiliki 24 kursi untuk mengusung calon mereka pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat mendatang.
Indra juga mengatakan, sejumlah pasangan calon gubernur dan wakil gubernur bakal muncul dari gabungan partai politik di Jawa Barat. Kondisi itu mengingat partai politik di Jawa Barat tak ada yang bisa memenuhi ambang batas.
“Kami memprediksi akan ada 3-4 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jabar mendatang, karena tidak ada partai politik yang bisa mengusung calonnya sendiri,” ujarnya, dalam acara diskusi Menakar Pilgub Jawa Barat di Kota Bandung, Senin (13/5/2024).
Berdasar hasil Pemilihan Legislatif 2024, Partai Gerindra memeroleh 20 kursi, disusul Partai Keadilan Sejahtera (19 kursi), Golkar (19 kursi), PDI Perjuangan (7 kursi), Partai Kebangkitan Bangsa (15 kursi), Partai Demokrat (8 kursi), Partai NasDem (8 kursi), PAN (7 kursi), PPP (6 kursi), dan PSI (1 kursi).
IPRC pun mengeluarkan sejumlah skenario koalisi yang bakal terjadi pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2024. Yakni, PDI Perjuangan-PPP-Gerindra (43 kursi), Golkar-PAN-PKB-PSI (42 kursi), PKS-NasDem-Demokrat (41) atau PKB-NasDem-PPP (37 kursi).
“Kenapa kami cenderung PDI Perjuangan dan Gerindra bisa berkoalisi, karena idelogi yang sama. Ditambah dengan kondisi di pusat yang akan ada pertemuan antara Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDI Perjuangan) dengan Prabowo Subianto (Ketua Umum Gerindra),” jelasnya.
Meski begitu, kontestasi di Pemilihan Gubernur Jawa Barat mendatang tergantung komunikasi yang dilakukan oleh elite-elite partai politik. Hal itu lantaran kondisi perpolitikan di Jawa Barat pada umumnya masih dinamis.
“Karena komunikasi politiknya masih cair, apalagi di pusat juga koalisinya belum benar-benar terbentuk. Bila Ridwan Kamil maju kembali, kita akan lihat apakah partai lain akan berkoalisi lalu mengusung calon alternatif yang kuat atau memecah suara dengan memunculkan nama masing-masing,” jelasnya.
Selain itu juga, dalam survey yang dilakukan IPRC pada Desember 2023, muncul beberapa nama tokoh di luar partai politik, diantaranya Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym dan Susi Pujiastuti.
Dikatakan Indra, hal itu cukup menarik karena nama tersebut menyisihkan elektabilitas maupun populeritas tokoh ketua partai politik yang digadang-gadang bakal maju di Pilgub Jabar 2024.
Seperti Aa Gym yang berada di urutan ke tiga setelah Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil. Sedangkan Susi Pujiastuti mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI berada di urutan delapan, setelah Akhmad Sayiku dan Dede Yusuf.
“Yang menarik ada nama-nama di luar partai. Ada Aa Gym kemudian juga ada ibu Susi Pujiastuti,”ucap Indra .
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....