Pengamat Sayangkan Tuchel Ubah Strategi Saat Inggris Unggul

  • 16 Jul 2026 17:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pengamat sepak bola Irvan Oktavian menilai keputusan Thomas Tuchel bermain terlalu defensif menjadi penyebab Inggris gagal mempertahankan keunggulan atas Argentina.
  • Perubahan taktik dan pergantian pemain dinilai membuat lini tengah Inggris kehilangan kendali sehingga Argentina leluasa membalikkan keadaan.
  • Irvan mengingatkan tim harus tetap menyerang dan menjaga konsentrasi hingga peluit akhir agar tidak kehilangan kemenangan pada menit-menit penentuan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Timnas Inggris gagal melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis dari Argentina. The Three Lions kebobolan dua gol pada menit-menit akhir usai sempat memimpin hingga menit ke-83.

Pengamat sepak bola, Irvan Oktavian, menilai perubahan strategi Thomas Tuchel menjadi titik balik pertandingan. Menurutnya, keputusan menambah pemain bertahan justru mengurangi daya tekan Inggris.

"Tuchel mengubah formasi menjadi lebih defensif karena merasa sudah unggul. Keputusan itu justru memberi momentum kepada Argentina," ujar Irvan, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia menilai Inggris seharusnya tetap bermain agresif setelah mencetak gol pembuka. Ia mencontohkan Cape Verde yang tetap mampu merepotkan Argentina di babak 32 besar lalu menunjukan keberanian menyerang balik.

Menurutnya, lini tengah Inggris kehilangan kendali setelah fokus mempertahankan keunggulan. Situasi itu memberi ruang bagi Lionel Messi mengatur serangan dan menciptakan dua assist penentu kemenangan.

"Messi sangat cerdas menghindari jebakan offside. Sehingga mampu mengirim umpan matang kepada Enzo Fernández dan Lautaro Martínez," katanya.

Irvan menegaskan strategi bertahan sebenarnya bukan kesalahan jika tetap disertai serangan balik berbahaya. Namun, Inggris dinilai terlalu pasif sehingga tekanan Argentina terus meningkat hingga akhir laga.

Ia juga menyayangkan pergantian Anthony Gordon dan Declan Rice pada fase krusial pertandingan. Kehadiran keduanya dinilai penting untuk menjaga penguasaan bola dan memutus aliran serangan Argentina.

"Ketika Rice keluar, Inggris seperti kehilangan jenderal di lini tengah. Kondisi ini membuat Inggris semakin sulit mengimbangi permainan Argentina," ucap Irvan.

Irvan mengingatkan pertandingan sepak bola ditentukan hingga peluit panjang dibunyikan wasit. Menurutnya, sedikit penurunan konsentrasi maupun kesalahan taktik dapat langsung mengubah hasil pertandingan.

"Pemain harus tetap fokus sampai laga berakhir. Karena menit-menit akhir sangat menentukan," kata Irvan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....