Kasus DBD Tertinggi di Riau Ditemukan di Pekanbaru

  • 12 Mar 2024 19:59 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Dari 12 Kabupaten kota se Provinsi Riau, Kota Pekanbaru menduduki peringkat pertama Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak se Provinsi Riau pada awal tahun 2024.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, sepanjang Januari 2024, tercatat total kasus DBD di Pekanbaru mencapai 67 kasus. Sementara di urutan kedua Kampar 41 kasus, ketiga Pelalawan 38 kasus.

Sementara untuk urutan keempat dan seterusnya masing-masing diduduki oleh Siak 23 kasus, Inhil 13 kasus, Kuansing 9 kasus, Dumai dan Bengkalis masing-masing 8 kasus, Inhu 7 kasus, Rohul 5 kasus, Rohil 4 kasus dan di urutan terakhir adalah Kabupaten Kepulauan Meranti 3 kasus.

Melihat tingginya angka kasus DBD di Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau secara umum, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Sri Sadono Mulyanto, menginstruksikan kepada petugas kesehatan di tingkat paling bawah, yakni di Puskesmas untuk turun langsung ke permukiman.

"Saya minta kader di Puskesmas turun ke langsung tengah masyarakat dan secara masif menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana mencegah penyakit demam berdarah ini dengan menerapkan 3M plus dan membentuk kader Jumantik," kata Sri Sadono, Selasa (12/3/2024).

Sri Sadono menjelaskan terjadi peningkatan kasus DBD di Riau jika dibandingkan dengan periode yang sama, yakni antara Januari 2023 dengan Januari 2024.

"Pada Januari 2023 lalu ditemukan kasus DBD sebanyak 200 kasus. Sedangkan pada Januari 2024 ini total kasus DBD di Riau mencapai 226 kasus. Artinya ada peningkatan 26 kasus jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya," jelas Sri Sadono.

Sri Sadono mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan selalu menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih. Dan agar kasus DBD tidak terus bertambah, di setiap rumah harus ada juru pemantau jentik (Jumantik) yakni anggota keluarga di masing-masing rumah.

"Jadi 3M itu yang harus digiatkan. Mulai dari kamar mandi tempat nyamuk bersarang. Karena kalau tiga hari sekali kita kuras dan bersihkan, itu pasti tidak ada telur, kalau tidak ada telur tidak ada jentik, dan kalau tak ada jentik pasti tak ada nyamuk," ungkap Sri Sadono.

Dalam kurun waktu satu tahun, selama tahun 2023 lalu, total ada 15 warga Riau yang meninggal dunia akibat penyakit DBD. Pada tahun 2023 lalu, Dinas Kesehatan Riau mencatat ada 1.743 kasus DBD di Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....