Ini Tanggapan Manager Putra Doom Soal Isu Ketua Asprov PSSI PBD
- 06 Mar 2025 09:39 WIB
- Sorong
KBRN, Sorong : Kehadiran sebuah provinsi dalam organisasi sepak bola, wajib untuk.menghadirkan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI sebagai perpanjangan tangan PSSI di daerah dalam.mengelola persepak bolaan mulai dari kelompok umur bahkan untuk klub.
Dan hingga kini Asprov PSSI Papua Barat Daya belum terbentuk, namun cepat atau lambat organisasi ini harus ada, agar sistem pembinaan sepak bola dapat berjalan searah melalui satu komando.
Salah satu yang di isukan untuk.maju menjadi ketua Asprov PSSI Papua Barat Daya adalah manager Putra Doom yang juga anggota DPRK Kota Sorong Rinoldy Rumfeka.
Rinoldy di nilai sukses ketika membangun PS Putra Doom, catatan terakhir prestasi mereka adalah juara Super Saf'com 2023 dan Runner Up Super Saf'com 2024.
Perlu di ketahui walau di katakan liga Tarkam, namun Super Saf'com merupakan sebuah event olah raga paling elite di kota Sorong, dan sangat terkenal di tanah Papua, yang menghadirkan pemain-pemain liga, ikut berkompetisi di dalamnya, bahkan juga ada pemain asing ikut mengecap sensasi di ajang Super Saf'com tersebut.
Saat dikonfirmasi, Rinoldy Rumfeka menjelaskan bahwa isu dirinya akan ikut masuk dalam bursa calon ketua adalah isu yang kurang tepat. Karena dirinya sama sekali tak punya keinginan tersebut.
"Saya tahu isu ini di gulirkan saat perpolitikan lalu, namun yang mau saya jelaskan, politik adalah politik, sepak bola adalah sepak bola, dan sebagian besar orang tahu waktu dalam perpolitikan saya secara kepartaian berada di pihak mana, namun jangan di campur adukkan politik dengan sepak bola. Itu salah besar."Tegasnya.
Sehingga dirinya menegaskan, tidak pernah berkeinginan maju sebagai ketua Asprov PSSI. "Ada orang yang pantas menjadi ketua, dan penggiat sepak bola tahu siapa sosok itu, saya lebih berkeinginan membina klub saya (Putra Doom) di banding harus maju menjadi ketua Asprov"Jelas Noldy sapaan akrabnya.
Noldy pun melihat saat ini penggiat dan klub sepak bola di Sorong raya, sudah bertransformasi menuju jalan profesional, banyak pemain yang akhirnya bisa di lirik menjadi pemain profesional karena di bina di klub kemudian mengikuti event lokal, dan mendapatkan peluang ke klub besar.
"Saya hanya ingin agar ke depan, semua penggiat sepak bola bisa sama-sama bersatu agar menjadikan sepak bola di Papua Barat daya berjaya kembali, bukan hanya dengan mengorbitkan pemain di klub lokal pribadi, namun juga melihat klub lain yang pemainnya memiliki potensi, jika kita punya akses menawarkannya bermain di luar, kita orbitkan mereka."paparnya.
Karena menurutnya saat ini bukan egosentris antar satu klub dengan klub lainnya, namun. Hal lebih besar adalah bagaimana kita saling mendukung dalam membina dan mengangkat adik-adik kita yang memiliki potensi.
"Karena saat ini Papua Barat daya belum punya klub yang bermain di liga 2, jadi mengutip senior saya, jadikan sepak bola sebagai bisnis, sehingga mereka yang punya potensi bisa kita orbitkan, dan jika Tuhan berkenan ada klub nantinya berada di liga 2, mungkin bisa jadi bagian dari adik-adik yang telah kita orbitkan untuk bermain di dalam klub tersebut. Jadi sekali lagi saya tegaskan tidak ada keinginan saya untuk maju sebagai calon ketua Asprov PSSI PBD, ada senior saya yang lain yang lebih berhak, yang sudah jatuh bangun dalam persepak bolaan. Papua Barat daya, dan kita sudah tahu siapa orang tersebut."papar Noldy menutupi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....