KONI Sumsel Pertanyakan Keabsahan Mosi Tidak Percaya

  • 09 Apr 2025 22:52 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Forum Silaturahmi Cabang Olahraga (Forsicabor) Sumatera Selatan menyambangi Kantor KONI Provinsi Sumsel pada Rabu (9/4/2025). Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan surat pernyataan sikap secara langsung terkait mosi tidak percaya.

"Hari ini kami datang untuk menyerahkan surat pernyataan sikap kami kepada KONI Sumsel," ujar Ketua Forsicabor Sumsel, Lidayanto.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum KONI Sumsel, Tubagus Sulaiman, mengungkapkan, pihaknya telah menerima sejumlah surat serupa dan akan melakukan verifikasi mendalam terkait keabsahan dokumen-dokumen tersebut.

"Kami menemukan kejanggalan pada beberapa surat, bahkan ada yang bertanggal Desember 2024, padahal kami baru dilantik Desember 2023. Ini tentu perlu kami klarifikasi lebih lanjut," tegas Tubagus dalam siaran pers yang diterima RRI.

Lebih lanjut, Tubagus menjelaskan bahwa pengecekan awal menunjukkan dukungan sah dari cabang olahraga (cabor) yang jauh di bawah klaim.

"Dari hasil pengecekan sementara, tidak sampai 30 cabor yang secara sah memberikan dukungan pada mosi tersebut. Bahkan, sebagian ditandatangani oleh pengurus yang bukan ketua atau yang masa jabatannya sudah berakhir. Kami akan segera memanggil dan mengklarifikasi seluruh cabor yang terlibat," imbuhnya.

Terkait persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Tubagus menyampaikan bahwa KONI Sumsel memiliki tim verifikasi untuk cabor yang akan dipertandingkan. Usulan dari Musi Banyuasin (Muba) mencakup 35 cabor yang akan dipertandingkan berdasarkan standar olahraga Olimpiade, SEA Games, dan Asian Games.

"Verifikasi mencakup kepengurusan cabang olahraga di tingkat provinsi dan daerah. Jika jumlah peserta dari suatu daerah sedikit, tentu menjadi pertimbangan untuk keikutsertaan mereka. Pelaksanaan Porprov ini memerlukan kerjasama erat dengan pengurus provinsi untuk penyiapan wasit, juri, dan perangkat pertandingan lainnya," jelas Tubagus.

Tubagus juga mengungkapkan hasil audiensi dengan Gubernur Sumatera Selatan.

"Kami sudah beraudiensi dengan Bapak Gubernur, dan beliau berharap Porprov kali ini lebih meriah dan berkualitas dibandingkan sebelumnya di Lahat, tanpa adanya praktik jual beli atlet," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) KONI Sumsel, Daeng Suprianto, SH, menambahkan informasi penting terkait hasil kunjungan ke KONI Pusat.

"Dari hasil kunjungan kami ke KONI Pusat, tidak ditemukan adanya berkas mosi tidak percaya dari 53 cabor seperti yang diklaim. Kami akan menyelidiki kemungkinan adanya pemalsuan tanda tangan. Jika terbukti, kami akan menyerahkan penyelesaiannya secara internal kepada ketua cabor masing-masing," ujarnya.

Daeng mencontohkan kasus cabang olahraga panahan.

"Saat ini, ketua PERPANI Sumsel adalah Bapak Firdaus Hasbulah, namun tanda tangan pada surat mosi berasal dari pengurus lama," ungkapnya.

"Rata-rata yang menandatangani surat mosi tersebut bukanlah ketua aktif, melainkan sekretaris atau pengurus yang masa jabatannya sudah berakhir," tambah Daeng.

Ketua PERPANI Sumsel, Firdaus Hasbulah, saat dikonfirmasi secara terpisah, dengan tegas membantah keterlibatan pengurus aktif dalam surat mosi tersebut.

"Itu adalah tindakan pengurus lama dan sama sekali tidak ada koordinasi dengan kami terkait surat tersebut. Dalam waktu dekat, kami akan segera melayangkan somasi kepada pihak yang bersangkutan agar kejadian serupa tidak terulang kembali," tegas Firdaus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....