Empat Alasan Mengapa Orang Cenderung Pemarah Ketika Lapar

  • 06 Mei 2024 17:59 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Anda mungkin pernah merasakan situasi di mana perut kosong membuat Anda menjadi lebih mudah tersinggung, marah yang tidak tertahankan. Fenomena ini dikenal sebagai "hangry," istilah yang menggabungkan kata "hungry" (lapar) dan "angry" (marah) dalam bahasa Inggris. Meskipun terdengar sederhana, dampak psikologis dari rasa lapar ini bisa sangat kuat, bahkan pada individu yang biasanya tenang dan sabar.

Ketika perut terasa kosong dan waktu makan masih jauh, banyak dari kita merasakan perubahan suasana hati yang tidak menyenangkan. Kondisi ini sering kali membuat seseorang menjadi lebih mudah marah atau pemarah. Fenomena ini tidaklah asing bagi kebanyakan orang, tetapi mengapa hal ini terjadi? Apakah ada penjelasan ilmiah di balik perubahan perilaku ini?

Sebuah jurnal yang ditulis oleh Wells, A. S., Read, N. W., & Uvnäs-Moberg, K. yang berjudul Influences of fat and carbohydrate on postprandial sleepiness, mood, and hormones. Physiology & Behavior. menjelaskan beberapa hal yang menyebabkan seseorang cenderung pemarah ketika lapar, yaitu :

1. Kaitan Antara Emosi dan Kondisi Fisiologis

Dalam dunia psikologi, hubungan antara emosi dan kondisi fisiologis telah lama menjadi bahan penelitian. Salah satu kondisi fisiologis yang dapat mempengaruhi emosi seseorang adalah rasa lapar. Ketika seseorang lapar, tubuhnya mengalami penurunan kadar glukosa darah, yang merupakan sumber energi utama bagi otak. Penurunan kadar glukosa darah ini dapat berdampak pada perubahan suasana hati, seperti meningkatnya iritabilitas dan pemarah.

2. Peran Hormon dan Neurotransmiter

Selain penurunan kadar glukosa darah, terdapat peran hormon dan neurotransmiter tertentu dalam mengatur suasana hati seseorang. Misalnya, hormon kortisol yang dilepaskan saat tubuh dalam keadaan stres atau lapar dapat meningkatkan respons perasaan marah. Selain itu, neurotransmiter seperti serotonin, yang berperan dalam mengatur suasana hati, juga dapat dipengaruhi oleh kondisi lapar. Ketika kadar serotonin rendah akibat lapar, seseorang cenderung menjadi lebih mudah marah.

3. Faktor Psikologis dan Lingkungan

Selain faktor fisiologis, terdapat pula faktor psikologis dan lingkungan yang dapat memperkuat reaksi marah saat lapar. Misalnya, perasaan frustrasi karena lapar dapat meningkatkan tingkat stres seseorang, yang pada gilirannya dapat memperburuk suasana hati. Lingkungan sekitar yang tidak mendukung, seperti situasi kerja yang menuntut atau interaksi sosial yang menegangkan, juga dapat menjadi pemicu reaksi marah saat lapar.

Penting untuk memahami bahwa reaksi pemarah saat lapar adalah respons alami tubuh terhadap kondisi tertentu. Reaksi pemarah saat lapar adalah fenomena yang umum terjadi dan dapat dijelaskan oleh kombinasi faktor fisiologis, hormon, neurotransmiter, dan lingkungan. Memahami penyebab di balik perubahan suasana hati ini dapat membantu seseorang dalam mengelola emosi mereka dengan lebih efektif dan menjaga hubungan sosial yang positif dengan orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....