Kenali Imunisasi 'Japanese Encephalitis' untuk Cegah Radang Otak

  • 24 Mar 2025 15:24 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Pemerintah Indonesia berkomitmen tinggi untuk melindungi seluruh masyarakat dari kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit-penyakit berbahaya yang dapat dicegah dengan imunisasi. Salah satunya adalah menambahkan imunisasi Japanese Encephalitis (JE) ke dalam program imunisasi rutin di wilayah endemis penyakit tersebut.

Japanese Encephalitis (JE) adalah salah satu penyebab utama radang otak akibat infeksi virus (ensefalitis virus) di seluruh dunia dan merupakan masalah utama kesehatan masyarakat di Asia termasuk di Indonesia. Berdasarkan data publikasi Badan Kesehatan Dunia atau WHO, diperkirakan terdapat sejumlah 67.900 kasus baru per tahun di 24 negara di kawasan Asia dan Oceania.

Dilansir dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, pada Senin (24/3/2025), kasus konfirmasi JE di Indonesia dalam periode tahun 2014 sampai dengan per Juli 2023 dilaporkan sejumlah 145 kasus dimana 30 kasus diantaranya berada di Provinsi Kalimantan Barat.

Case Fatality Rate (CFR) penyakit ini mencapai 20-30% dan 30% – 50% dari penderita yang bertahan hidup akan mengalami gejala sisa seperti lumpuh atau kejang, perubahan perilaku, hingga kecacatan berat.

JE banyak ditemukan di wilayah Asia dan Pasifik Barat, termasuk Indonesia. Penyakit ini ialah penyakit radang otak (ensefalitis) yang disebabkan oleh virus JE dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex yang terinfeksi sehingga mengakibatkan masalah kesehatan yang serius.

Berdasarkan rekomendasi WHO dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI), imunisasi tambahan massal JE terlebih dahulu menyasar seluruh anak usia 9 bulan sampai dengan kurang 15 tahun. Hal ini dilakukan sebelum introduksi atau penambahan imunisasi JE ke dalam program imunisasi rutin bagi bayi usia 10 bulan dimulai.

Pemerintah belajar dari penanganan pandemi COVID-19 lalu, dimana seluruh lintas program dan sektor bekerja sama dan berupaya keras sehingga COVID-19 dapat segera ditanggulangi melalui intervensi vaksinasi. Cara tersebut diharapkan dapat dilaksanakan untuk mendukung pelaksanaan imunisasi rutin termasuk imunisasi JE.

Menurut data WHO, terdapat lebih dari 3 miliar orang yang terancam virus JE di dunia. Namun sampai saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini.

Karena itu, WHO mendorong imunisasi sebagai strategi yang aman, efektif, dan terjangkau untuk melindungi anak-anak kita dari penyakit berbahaya ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....