Revitalisasi Bahasa Daerah Kalteng Difokuskan Kepada 8 Bahasa
- 09 Mar 2023 21:47 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Revitalisasi bahasa daerah di
Kalimantan Tengah tahun 2023 difokuskan kepada 8 bahasa yaitu Bahasa Dayak Ngaju,
Bahasa Maanyan, Bahasa Ot Danum, Melayu Dialek Kotawaringin, Dayak Siang,
Bakumpai, Dayak Katingan dan Sampit.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Nuryakin, mengharapkan semua kabupaten dan kota di Kalteng berperan aktif menyukseskan kegiatan revitalisasi bahasa daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) antara Pemerintah Daerah dan Pakar dalam rangka Implementasi Model Pelindungan Bahasa Daerah di Palangka Raya pada Kamis (9/3/2023).
“Perda Kalteng Nomor 3 Tahun 2022 tentang pembinaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian dan Sastra Daerah telah disahkan dan ditandatangani oleh Gubernur Kalteng pada 5 September 2022,” ucapnya.
Dengan pijakan tersebut, pemerintah kabupaten dan kota diharapkan segera pula menyusun langkah-langkah strategis untuk mendukung kegiatan pelindungan dan pelestarian bahasa dan sastra daerah.
Rakor ini merupakan tahapan paling awal dalam rangkaian kegiatan revitalisasi bahasa daerah sebagai implementasi Merdeka Belajar episode ke-17.
Setda Nuryakin mengatakan Kalteng memiliki 27 bahasa dan ratusan dialek dan sub dialek. Bahasa-bahasa itu dituturkan oleh sekitar 2,7 juta jiwa yang menghuni 13 kabupaten dan 1 kota. “Benar-benar merupakan kekayaan budaya yang tidak ternilai. Kekayaan budaya yang luar biasa dan tidak ternilai itu akan ditelan waktu, jika tidak dikelola dan dipelihara dengan baik,” ucap Setda Kalteng.
Nuryakin juga mengapresiasi kerja sama antara Pemprov Kalteng dan Balai Bahasa serta dukungan semua pihak yang melakukan segala upaya yang berkaitan dengan pelindungan bahasa daerah.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis, mengatakan tujuan pelaksaan revitalisasi bahasa daerah adalah agar generasi muda Kalteng tumbuh mencintai dan tidak meninggalkan bahasa daerahnya.
“Revitalisasi bahasa daerah ini sebetulnya tujuan akhirnya adalah bagaimana caranya supaya kita menanamkan kecintaan dan sikap positif generasi muda khususnya penutur dari SD, SMP, SMA terhadap bahasa daerah supaya mereka tumbuh tetap mencintai bahasa daerah artinya tidak ditinggalkan bahasa daerah. Sekarang kekhawatiran kita bersama adalah bahasa daerah ini nanti penuturnya semakin hari semakin sedikit. Kami ingin sekali kalau ke depan misalnya penutur-penutur bahasa daerah yang sekarang masih muda misalnya dia sudah jadi Profesor, jadi orang penting, tapi dia tidak akan pernah melupakan bahasa daerahnya,” ucapnya.
Kepala Balai Bahasa Kalteng menambahkan pada akhir kegiatan revitalisasi bahasa daerah akan digelar Festival Tunas Bahasa Ibu. Festival ini merupakan media apresiasi kepada para peserta program revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan secara berjenjang mulai dari sekolah atau komunitas belajar di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. (Sep)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....