Pengertian dan Akibat Politik Dinasti

  • 31 Okt 2023 00:11 WIB
  •  Mataram

KBRN, Survei Indikator menyatakan bahwa 47,6% Masyarakat Khawatirkan Dinasti Politik di Indonesia hal ini terjadi setelah Kaesang Pangarep jadi Ketum PSI dan Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons adanya anggapan dinasti politik dengan kata-kata menyerahkan anggapan tersebut ke masyarakat. "Serahkan masyarakat saja," kata Jokowi.

Lalu menjadi pertanyaan apa sebenarnya politik dinasti ?

Politik dinasti dapat diartikan sebagai sebuah kekuasaan politik yang dijalankan oleh sekelompok orang yang masih terkait dalam hubungan keluarga. Dinasti politik sebenarnya lebih identik dengan kerajaan bukan negara demokrasi sebab kekuasaan akan diwariskan secara turun temurun dari ayah kepada anak agar kekuasaan tetap berada di lingkaran keluarga. Namun praktik yang terjadi saat ini menyebabkan Presiden Jokowi “dituduh” melakukan politik dinasti.

Menurut Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo dalam seminar tentang Pilkada serentak tahun 2021 lalu, adanya politik dinasti akan menghambat konsolidasi demokrasi, sekaligus melemahkan institusional partai politik dan lebih mengemukakan pendekatan personal ketimbang kelembagaan.

Hal-Hal Yang Mengakibatkan Munculnya Dinasti Politik Adalah: 1) Adanya keinginan Dalam diri atau pun keluarga untuk memegang kekuasaan. 2) Adanya kelompok terorganisir karena kesepakatan dan kebersamaan Dalam kelompok sehingga terbentuklah penguasa kelompok dan pengikut kelompok. 3) Adanya kolaborasi antara penguasa dan Pengusaha untuk menggabungkan kekuatan modal dengan kekuatan Politisi. 4) Adanya Pembagian tugas antara kekuasaan politik dengan kekuasaaan Modal Sehingga Mengakibatkan terjadinya Korupsi.

Menurut Zulkiflimansyah, terdapat beberapa akibat politik dinasti yaitu : 1) Menjadikan partai sebagai mesin politik semata yang pada gilirannya menyumbat fungsi ideal partai sehingga tak ada target lain kecuali kekuasaan. 2) Tertutupnya kesempatan masyarakat yang merupakan kader handal dan berkualitas. 3) Sulitnya mewujudkan cita-cita demokrasi karena tidak terciptanya pemerintahan yang baik dan bersih (clean and good governance).

Jadi, mari kita sama-sama menilai apakah saat ini di Indonesia sedang terjadi politik dinasti atau tidak.

Demikian, semoga bermanfaat

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....