Inovasi Pengelolaan Sampah oleh Kampung Samosir di Desa Balun Banjarnegara

  • 04 Des 2024 10:44 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto : Kita apresiasi terhadap inisiatif masyarakat desa Balun Kecamatan Wanayasa Banjarnegara yang terjun langsung menyelesaikan permasalah sampah di desanya dengan membentuk Komunitas Pengelolaan Sampah Terorganisir yang mereka singkat Kampung Samosir.

Sampah masih menjadi permasalahan besar di masyarakat, tetapi beberapa komunitas menunjukkan inovasi yang luar biasa untuk mengatasinya. Salah satu contoh inspiratif datang dari Desa Balun, Kabupaten Banjarnegara, dengan inovasi pengelolaan sampah melalui Komunitas Samosir.

Kita patut mencontoh semangat para penggiat Komunitas Samosir, khususnya Slamet Riyadi, yang terus mendorong kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap sampah bahkan bisa menjadi contoh desa di wilayah Banjarnegara bahkan di desa lainnya di luar wilayah tersebut dalam mengelola sampah secara bijak meskipun masih menghadapi kendala, terutama kurangnya tempat pembuangan sampah terpadu (TPA). Penting untuk menyebar luaskan upaya yang dilakukan Kampung samosir ini. Sosialisasi ke sekolah-sekolah menjadi salah satu cara yang bisa digunakan untuk membangun kesadaran sejak dini.

Kita sepakat dengan Camat Wanayasa, Sri Wahyuni bahwa lembaga lembaga yang ada seperti Lazismu Banjarnegara yang memberi dukungannya terhadap upaya kampung samosir. Ini menunjukkan bahwa lembaga seperti Lazismu tidak hanya berfokus pada penggalangan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga mendukung program yang berdampak pada masyarakat luas, termasuk dalam bidang lingkungan.

Melihat latar belakang terbentuknya kampung Samosir yang dikatakan Slamet Riyadi, ide pembentukan Komunitas Samosir muncul dari keprihatinan atas penumpukan sampah di Desa Balun. Berawal dari sosialisasi ke rumah-rumah warga, mereka memberikan dua plastik besar untuk memisahkan sampah organik dan nonorganik. Inilah yang patut ditiru masyarakat. Jangan hanya menunggu aksi dari Pemerintah namun membuat solusi untuk pemenuhan kebutuhan sendiri.

Kita mendorong adanya sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat untuk menciptakan tempat edukasi yang mengubah sampah dari masalah menjadi sumber manfaat. Pengelolaan sampah merupakan langkah kecil yang berdampak besar dalam mengatasi isu global seperti perubahan iklim.

Kesadaran masyarakat adalah kunci. Tidak semua orang mau langsung bersentuhan dengan sampah, tetapi jika kita semua mendukung, dampaknya akan terasa.

Kampung Samosir adalah komunitas kecil dengan mimpi besar untuk peduli lingkungan. Hal ini tidak akan terwujud tanpa dukungan moral dan material dari berbagai pihak. Kita berharap, ke depan, Samosir bisa menjadi tempat edukasi pengolahan sampah, bukan sekadar pusat daur ulang.

Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab semua pihak, mulai dari rumah tangga hingga pemerintah. Dengan memilah sampah organik dan nonorganik sejak awal, masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata.

Inovasi dari Desa Balun ini adalah inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sampah, jika diolah dengan baik, memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pengelolaan sampah bukan lagi masalah, melainkan peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....