Persiapan Khusus, Taekwondo Kaltim Sasar Kejuaraan Bersifat Open
- 06 Mei 2024 14:39 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Dalam bulan ketiga program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) KONI Kaltim, Taekwondowan Benua Etam sudah masuk dalam persiapan khusus, setelah 2 bulan belakang fokus peningkatan kualitas fisik individu atlet.
Ketua Pengprov Taekwondo Kaltim, Aidin Subihartanto Hadi menerangkan, atlet-atlet yang dipersiapkan menghadapi PON edisi ke-21 ini memang sudah mulai latihan peningkatan teknik serta gerakan-gerakan khusus kategori pomsae atau seninya.
"Jadi, di tahap persiapan khusus ini, kami lebih memoles bagian teknik mereka. Teknik yang dimaksud adalah program latihan berbentuk style pertandingan," ucap Aidin S Hadi.
Ia menjelaskan adanya perbedaan jenis latihan yang paling nampak adalah porses meningkatkan fisik versi taekwondo seperti pada tahap persiapan umum latihan fisiknya masih secara umum guna meningkatkan performa serta stamina.
Sedangkan tekniknya sangat berpengaruh dengan peningkatan fisik sebelumnya, guna melenturkan bagian-bagian tubuh tertentu.
"Hal itu yang paling beda. Pun dengan praktik sparing antar atlet. Jadi, fisik juga tetap kami jaga namun dibingkai dengan skema yang berbeda. Selain itu, kematangan strategi dan taktik dalam pertandingan juga kami poles kembali," katanya menerangkan.
Lebih lanjut Aidin juga menjelaskan, pada persiapan khusus ini rencananya ada dua kompetisi yang akan diikuti, yakni di Jakarta kejuaraan PANGKOSTRAD 2024 pada Mei dan di Jogjakarta Piala Bergilir Kapolda DIY 2024, diselenggarakan Juni mendatang.
Menurutnya kedua event tersebut sangat penting untuk diikuti atletnya guna menjadi tolok ukur sejauh mana hasil latihan atlet selama Pelatda bisa diaplikasikan dalam kejuaraan tersebut. Sebab, atmosfir pertandingan berbeda dengan sparing biasa atau latihan.
"Karena atlet bagus latihan belum tentu ketika turun di sebuah pertandingan bagus. Itu berkaitan dengan mental mereka. Harapannya kami bisa ikut sekaligus sebagai evaluasi selama dua bulan lebih latihan di pelatda," ujar Aidin.
Dari kedua event tersebut, Aidin pun menyasar kejuaraan yang ada di Jogja, sebab kejuaraan yang bersifat open akan lebih memudahkan atletnya mendapatkan lawan yang bervariasi, bahkan bertemu dengan atlet luar negeri.
"Selain itu, kalau open lebih banyak yang mendaftar. Termasuk tim PON dari daerah lain. Kompetisi itu penting bagi kami untuk berbenah menjelang PON 2024," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....