Kompetisi Basket Jadi Fondasi Masa Depan Timnas Indonesia

  • 07 Okt 2026 00:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kompetisi Basket Jadi Fondasi Masa Depan Timnas Indonesia
  • Pewarta basket yang tergabung dalam Jurnalis suka dan peduli olah raga menggelar diskusi guna membahas pembinaan, liga, industri, dan prestasi basket Indonesia, Selasa 6 Oktober 2026
  • Sekjen Perbasi Nirmala Dewi menyambut positif forum tersebut
  • Dirut IBL, Junas Miradiarsyah menilai media penting dalam ekosistem basket Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta- Prestasi timnas basket putra dan kompetisi liga bakset Indonesia menjadi sorotan. Pewarta basket yang tergabung dalam Jurnalis suka dan peduli olah raga menggelar diskusi guna membahas pembinaan, liga, industri, dan prestasi basket Indonesia, Selasa 6 Oktober 2026.

Diskusi dihadiri sejumlah tokoh basket nasional. Sekjen Perbasi Nirmala Dewi, Dirut IBL Junas Miradiarsyah, manajer BTN Jeremy Santoso, Owner Rans Simba Bogor Norman Sebastian, legenda basket Indonesia Fictor Roring, Wahyu Widayat Jati, dan pemerhati bola baske Augie Fantinus, Udjo Project Pop, serta Bima Marzuki.



Sekjen Perbasi Nirmala Dewi menyambut positif forum tersebut. Ia menilai komunikasi federasi, media, dan pencinta basket penting membangun ekosistem.

“Penting bagi kami menerima masukan dan memberikan informasi. Forum ini menjadi wadah komunikasi federasi, media, serta pencinta basket,” ujarnya

Dirut IBL, Junas Miradiarsyah menilai media penting dalam ekosistem basket Indonesia.
Menurutnya, klub, pemain, liga, federasi, dan berbagai pihak turut mendorong perkembangan basket nasional.

“Peran media merupakan salah satu stakeholder penting dalam meningkatkan pengalaman dan penghargaan. Media membangun persepsi publik bahwa basket terus maju,” ucapnya

Owner RANS Simba Bogor, Norman Sebastian berharap ekosistem basket Indonesia terus berkembang. Menurutnya, forum Jusraga mendorong kemajuan basket dari sisi prestasi sekaligus industri.

Sejumlah legenda basket Indonesia, Fictor Roring dan Wahyu Widayat Jati memberikan pandangan. Keduanya menilai pemain lokal perlu mendapat peran lebih besar dalam perkembangan basket Indonesia.

Mereka mengusulkan IBL mengglar kompetisi lokal yang berlangsung panjang dan konsisten. Langkah tersebut dinilai memberi ruang lebih bagi pemain Indonesia untuk berkembang.



Pemerhati basket Indonesia, Augie Fantinus, Udjo Project Pop, dan Bima Marzuki menyampaikan pandangan serupa. Mereka berharap IBL menjadi wadah pengembangan pemain lokal sekaligus fondasi kekuatan timnas.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....