Haru dan Bangga Fadona/Fitriani usai Raih Perak Padel Asian Games 2026
- 04 Okt 2026 11:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini menyabet medali perak cabang olahraga padel Asian Games 2026 usai takluk dari wakil Jepang, Saki Tsukamoto/Kae Takumoto dengan skor 3-6, 4-6 di Nagoya City Higashi Sports Center, Sabtu 3 Oktober 2026
RRI.CO.ID, Nagoya – Isak tangis haru dan raut bangga menyelimuti wajah pasangan ganda putri padel Indonesia, Fadona Kusumawati dan Fitriani Sabatini. Fadona/Fitriani sukses memastikan raihan medali perak pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Kedua atlet Merah Putih tersebut harus merelakan posisi puncak kepada ganda putri tuan rumah Jepang, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto. Pada partai puncak yang berlangsung di Nagoya City Higashi Sports Center, Sabtu 3 Oktober 2026, Fadona/Fitriani takluk 3-6, 4-6.
Kendati demikian, kedua atlet Tanah Air tetap memancarkan rasa syukur mendalam atas pencapaian bersejarah di Asian Games. Laga final yang berlangsung penuh tensi tinggi itu sempat memberikan angin segar bagi pasangan Indonesia.
Fadona/Fitriani sempat mengendalikan jalannya permainan dan unggul jauh 4-1 pada set kedua. Namun, kebangkitan lawan membuat keunggulan tersebut sirna hingga laga berakhir dengan kekalahan.
Rasa emosional tak mampu dibendung Fitriani Sabatini saat mengingat momen-momen kritis di lapangan. Kesempatan emas yang berada di depan mata terpaksa lepas dari genggaman.
“Tadi kita emosional banget karena kita pikir kita bisa ambil set kedua, apalagi sudah pimpin 4-1, cuma akhirnya kalah. Jadi ya, agak sedikit sedih,” ujar Fitriani dalam keterangan resmi, Sabtu 3 Oktober.
Senada dengan sang partner, Fadona Kusumawati tak menampik sengitnya perjuangan di lapangan. Di tengah kepungan dukungan suporter tuan rumah, srikandi Merah Putih itu telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya.
Dia menyadari ketatnya jam terbang lawan yang sudah menekuni cabang olahraga ini selama hampir satu decade. Sementara di Indonesia, padel baru populer dalam beberapa tahun terakhir.
“Kita mati-matian tadi di lapangan, cuman lawan memang lebih bagus banget. Pengalaman mereka sudah main 9 tahun padel, dan kita baru 2 tahun. Tapi kita bersyukur banget dan bangga pastinya,” ujar Fadona.
Bagi Fadona, berdiri di podium Asian Games merupakan momentum yang sangat spesial. Apalagi, ini menjadi kali pertama cabang olahraga padel resmi dipertandingkan dalam pesta olahraga multievent tersebut.
“Ini pertama kali main Asian Games dan padel pertama kali ada di Asian Games, kita bisa langsung dapat perak. Sungguh bangga,” ujar Fadona menambahkan.
Kegagalan meraih emas tak lantas memadamkan asa keduanya. Sebaliknya, medali perak ini menjadi pemantik api semangat untuk melangkah lebih jauh dan membalas kekalahan pada ajang berikutnya.
Fadona menegaskan bahwa fokus utama mereka ke depan adalah meningkatkan kualitas latihan dan menjaga ritme semangat bertanding. “Yang pasti untuk ke depannya kita harus bisa latihan terus, semangat lebih dari sebelumnya, dan mau ngalahin lawan kita tadi di turnamen berikutnya,” ujar Fadona menegaskan tekadnya.
Komitmen serupa diutarakan Fitriani. Pengalaman berharga dari laga final Asian Games 2026 ini diakuinya menjadi pendorong utama untuk bekerja lebih keras lagi di arena latihan.
“Saya pun mau tambah giat latihannya, tambah sering ikut turnamen biar pengalaman makin banyak, dan tentunya pengen ngalahin mereka lagi,” ucap Fitriani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....